Ekonom Manulife Perkirakan BI Naikkan Suku Bunga Mulai Kuartal III 2022
Bank Indonesia Gedung Thamrin dok Merdeka Dwi Narwoko.
EmitenNews.com - Sudah lama juga Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 3,5 persen. Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan menaikkan akan menaikkan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate sebanyak dua sampai tiga kali di Semester II 2022 dimulai pada kuartal III 2022.
Dalam perkiraan Katarina Setiawan BI bakal menaikkan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate sebanyak dua sampai tiga kali di Semester II 2022 dimulai pada kuartal III 2022.
"Kami perkirakan suku bunga BI akan berkisar 4,00 sampai 4,25 persen sampai akhir tahun ini dengan kenaikan dimulai pada kuartal III tahun ini," kata Katarina Setiawan dalam temu media secara daring dari Jakarta, Selasa (9/8/2022).
Bank Indonesia dinilai tidak perlu tergesa-gesa dalam menaikkan suku bunga acuan. Pasalnya, nilai tukar rupiah tidak terdepresiasi sedalam mata uang negara lain. Inflasi inti Indonesia yang mencapai 2,86 persen pada Juli 2022, masih di kisaran perkiraan pemerintah 2 sampai 4 persen.
"Kita melihat Bank Indonesia akan meningkatkan suku bunga mulai kuartal III 2022 secara bertahap untuk menjaga daya tarik aset finansial Indonesia, tapi tidak perlu terlalu agresif seperti The Fed," katanya.
Peningkatan suku bunga BI tidak akan dilakukan secara agresif mengingat inflasi terkendali dan pemulihan perekonomian nasional masih terjaga dan tumbuh 5,44 persen year on year pada kuartal II 2022.
Meskipun nantinya tingkat inflasi mereda karena penurunan harga komoditas, BI diperkirakan akan tetap menaikkan suku bunga untuk menjaga jarak suku bunganya dengan suku bunga The Fed dan bank sentral negara lain.
Seperti diketahui saat ini, suku bunga acuan Bank Indonesia berada pada level 3,50 persen, sementara suku bunga bank sentral AS The Fed sebesar 2,50 persen.
Sebelumnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berharap Bank Indonesia tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan. Permintaan itu dikemukakan untuk memelihara momentum perbaikan ekonomi nasional. ***
Related News
Satgas Saber Sidak RPH, Cegah Lonjakan Harga Daging Sapi
Harga Emas Antam Meroket Rp167.000 Per Gram
Luhut Dukung Enam Langkah Pemerintah-OJK-BEI Reformasi Pasar Modal
Inilah Profil Jeffrey Hendrik, Pimpinan Sementara BEI
Permintaan Tinggi Angkat HPE Konsentrat Tembaga dan Emas
Dari 23 Subsektor Industri Pengolahan, 20 Di Fase Ekspansi





