EmitenNews.com - Saham produsen kedirgantaraan SpaceX meroket hingga 15,8 persen dan menjadi motor utama penguatan bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan Jumat. Lonjakan tajam saham SpaceX tersebut mendorong indeks S&P 500 mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di level 7.757,64.

Penguatan tajam SpaceX memimpin reli sektor teknologi di tengah rilis data nonfarm payrolls AS bulan Juli yang secara mengejutkan minus 23.000 pekerjaan. Pasar menilai pelemahan tenaga kerja justru akan menahan langkah Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.

Mengutip laporan BigGo Finance, CIO Global Fixed Income BlackRock Rick Rieder menilai kondisi ekonomi saat ini tidak membutuhkan kenaikan suku bunga lanjutan. "Raising rates doesn't make a lot of sense right now," tegas Rieder merespons melandainya penyerapan tenaga kerja yang terdisrupsi efisiensi teknologi.

Peningkatan minat investor global terhadap saham teknologi dan kedirgantaraan seperti SpaceX turut memberikan efek sentimen positif ke Indonesia. Pelemahan indeks dolar AS ke level 99,539 akibat prospek suku bunga acuan ini memberi ruang penguatan bagi mata uang Rupiah serta potensi masuknya arus modal asing ke bursa domestik.

Pergerakan saham SpaceX juga diikuti penguatan raksasa teknologi lain seperti Qualcomm yang naik 4,6 persen dan Nvidia yang tumbuh 2,2 persen. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite turut mencatatkan lonjakan sebesar 1,30 persen hingga ditutup pada level 26.690,62.

Di luar dinamika bursa saham, komoditas emas mencatatkan kenaikan ke posisi USD4.341,45 per ons. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate menguat ke posisi USD78.18 per barel setelah Iran dan Oman menyepakati kerangka kerja pelayaran di Selat Hormuz.(*)