Eksklusi Saham HSC per 2 November, BEI Ungkap Efeknya ke Bobot IHSG
:
0
Potret pengunjung memerhatikan daftar saham di layar monitor di Main Hall BEI. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan saham-saham High Shareholding Concentration (HSC) akan dikeluarkan dari perhitungan (eksklusi) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai Senin, 2 November 2026.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam sesi Konferensi Pers Perkembangan Pasar Modal di Main Hall BEI, Senin (26/10/2026). mengatakan kebijakan ini merupakan kelanjutan dari aturan sebelumnya.
"Untuk saham HSC yang tidak akan diperhitungkan di dalam IHSG sebenarnya ini adalah kelanjutan dari kebijakan kita sebelumnya bahwa saham-saham HSC tidak akan bisa masuk dalam indeks IDX30, LQ45 maupun IDX80," ujar Jeffrey.
Soal dampak ke bobot IHSG, Jeffrey menjelaskan tidak akan ada penurunan drastis.
"Dalam implementasi awal tentu tidak akan mengakibatkan penurunan drastis, sama seperti kalau kita mengeluarkan saham tertentu, distribusi dari bobot itu akan diberikan kepada sisa saham-saham lain yang masih ada di dalam konstituen indeks ya kemudian setelah itu pergerakan IHSG tentu akan tergantung kepada pergerakan harga dari saham-saham yang ada di konstituen IHSG tersebut," jelasnya.
BEI mengklaim sudah melakukan backtest terhadap kebijakan tersebut.
"Kami sudah melakukan backtest bahwa dengan pengeluaran saham-saham tersebut tidak akan mengakibatkan lonjakan tetapi dapat mengakibatkan IHSG kita yang lebih kredibel, yang dapat digunakan lebih baik oleh para investor dalam melakukan tracking kepada indeks kita," kata Jeffrey.
Senada, KISI Research juga sebelumnya menilai pengeluaran puluhan saham HSC hanya mengubah DNA indeks, bukan levelnya.
Level IHSG tidak akan melonjak di tanggal efektif karena divisor akan disesuaikan, dan saham HSC tetap bisa kembali masuk jika free float membaik.
Secara karakteristik, 80 saham tersebut memiliki 18,1% bobot di IHSG, mewakili 30% market cap, namun hanya menyumbang 7% turnover. Tanpa HSC, P/E IHSG turun dari 10,9x menjadi 9,4x dan bobot bank naik dari 28,3% menjadi 32,2%.
Related News
Per November, BEI Terapkan Kebijakan Pengganti Suspensi dan UMA Saham
BEI Ungkap Anggota Komite HSC Terbaru, 4 SRO, 5 Pihak Independen
OJK-BEI Akan Libatkan Pihak Independen Pantau Saham HSC
OJK Perpanjang Periode Buybcack hingga Juni 2027
BEI: Indonesia Masih di Secondary Emerging Market
9 Perusahaan Antre IPO, 3 di Antaranya Aset Skala Besar, Cek Daftarnya





