Ekuitas Negatif Jadi Positif, Inilah Teknik GMFI Reparasi Kinerja
:
0
Jajaran manajemen PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) saat paparan kinerja pada 22 Mei 2026. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), bagian dari Garuda Indonesia Group, sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (22/05). Rapat yang berlangsung di Auditorium Garuda Indonesia ini dihadiri oleh mayoritas pemegang saham dengan tingkat kehadiran mencapai lebih dari 93%.
Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui sejumlah langkah strategis termasuk penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2025) serta penyelarasan dengan induk usaha, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Sementara itu, RUPST berhasil mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025 serta menetapkan rencana kerja jangka panjang perusahaan.
Lonjakan Finansial dan Aksi Korporasi Strategis
Sepanjang tahun 2025, GMFI berhasil menorehkan pertumbuhan finansial yang sangat solid:
Pendapatan Usaha: Mencapai USD491,9 juta (Rp8,25 triliun), tumbuh sebesar 16,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba Bersih: Membumbung tinggi hingga USD33,9 juta (Rp570 miliar), alias naik signifikan sebesar 26,3% dibanding pencapaian tahun 2024 yang berada di angka USD26,9 juta.
Total Aset: Melesat 91,5% menjadi USD813 juta (Rp13,6 triliun).
Satu hal yang paling mencuri perhatian adalah perbaikan drastis pada struktur permodalan perusahaan. GMFI berhasil membalikkan posisi ekuitasnya yang semula negatif USD257,9 juta (-Rp4,33 triliun) menjadi positif USD114,6 juta (Rp1,92 triliun). Pembalikan luar biasa ini didukung penuh oleh aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang sukses memperkuat nilai aset tetap Perseroan.
"Tahun 2025 menjadi momentum pembuktian GMF dalam mengeksekusi berbagai langkah transformasi dan aksi korporasi strategis secara agresif sekaligus terukur," ujar Andi Fahrurrozi, Direktur Utama GMFI.
Ekspansi Pasar Global dan Diversifikasi Bisnis
Related News
Perdana! Direktur ini Gulung 79,62 Juta Saham FUTR
FORE Eksekusi Transaksi Afiliasi, Lihat Rinciannya
SUPA Bakar Dana IPO Rp2,01 Triliun, Sisanya Ngendap di Sini
NCKL Sedot Biaya Eksplorasi Rp15,23 Miliar, ini Hasilnya
CBDK Suntik Modal Rp103,9 M ke 2 Anak Usaha, Ekspansi Mal dan Bar F&B
Suspensi Dibuka, Saham PEGE Malah Anjlok 12,8 Persen





