EmitenNews.com - Harga emas dunia bertahan stabil di atas level USD4.300 per ons pada perdagangan Senin. Penguatan komoditas ini memberikan sinyal positif bagi pergerakan harga komoditas logam mulia di Indonesia serta emiten pertambangan emas di bursa domestik.

Trading Economics mencatat ketahanan harga emas terjadi setelah lonjakan lebih dari 7 persen pada pekan lalu. Lonjakan tersebut dipicu oleh kontraksi tak terduga pada pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan para pedagang memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) dalam waktu dekat.

Data ekonomi AS yang dirilis Jumat menunjukkan penyerapan tenaga kerja secara tak terduga minus 23.000 pekerjaan pada Juli 2026. Angka tersebut meleset jauh dari estimasi pasar yang memproyeksikan penambahan 80.000 pekerjaan, serta memperhitungkan revisi penurunan penambahan Juni menjadi 20.000 pekerjaan.

Laporan ketenagakerjaan yang melemah mendorong pasar memangkas probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September mendatang menjadi sekitar 44 persen, turun tajam dari posisi 67 persen pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, pergerakan harga emas tetap kokoh meskipun harga minyak mentah ikut merangkak naik akibat ketidakpastian jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Pihak Iran mengonfirmasi negosiasi dengan Oman hampir mencapai kesepakatan, namun membantah adanya dialog langsung dengan Washington meski pihak AS mengklaim kesepakatan sudah dekat.(*)