Emiten Grup Bakrie Beberkan Skema Akuisisi Pengelola Hotel Mewah
Gambar emiten ELTY
EmitenNews.com - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) telah mengakuisisi 100% saham PT Graha Istana Nirwana (GIN), pengelola Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center, melalui entitas anak usaha PT Mutiara Masyhur Sejahtera (MMS).
Aksi ini dilakukan melalui mekanisme konversi utang senilai Rp93,6 miliar menjadi setoran modal.
Corporate Secretary ELTY, Harsya Novwan, menjelaskan bahwa investasi ini diharapkan memberikan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) bagi ELTY melalui penyewaan kamar hotel serta penjualan makanan dan minuman.
Akuisisi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp12,5 miliar melalui pengalihan 12.500 lembar saham GIN milik PT Karunia Makmur Anugerah dan PT Karunia Makmur Bahagia, dengan nilai nominal Rp1 juta per lembar saham.
Tahap kedua sebesar Rp81,18 miliar dikonversi menjadi 624.500 lembar saham seri baru GIN, dengan harga per lembar saham Rp130 ribu.
"Transaksi konversi dan pengalihan ini bukan merupakan transaksi material atau afiliasi," kata Harsya dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (26/12/2024).
Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan portofolio recurring income ELTY.
Namun, secara year-to-date, harga saham ELTY tercatat melemah 74% dan berada di level Rp13 per saham pada perdagangan Senin (23/12).
Langkah akuisisi ini mencerminkan upaya ELTY untuk memperkuat posisi bisnisnya di sektor properti dan perhotelan meski tantangan harga saham terus membayangi.
GIN perusahan pengelola hotel bintang empat Aston Sidoarjo City Hotel dan Conference Center menjadi bagian dari portofolio ELTY. Harsya menyebutkan bahwa investasi ELTY di GIN diharapkan dapat meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) dari penyewaan kamar hotel serta penjualan makanan dan minuman.
Related News
Perusahaan Energi hingga Infrastruktur Bakal Rilis Obligasi dan Sukuk
Kurang dari Sebulan, Mandiri Habiskan Obligasi Rp5T untuk Ekspansi
Bank Neo Commerce (BBYB) Pakai Habis Dana Rights Issue Rp2,5 Triliun
Pengendali Serok Jutaan Saham LUCK, Simak Ini Alasannya
Dana IPO Rp207 Miliar Utuh, COIN Semai pada Instrumen Ini
TOBA Tawarkan Obligasi Rp500 Miliar, Telisik Tujuannya





