EmitenNews.com - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membukukan rugi bersih Rp18,05 miliar, membengkak dari periode sama tahun lalu sebesar Rp7,88 miliar. Padahal, dari sisi pendapatan neto ELTY meraup Rp731,0 miliar pada semester I 2026, naik dibandingkan tahun lalu sebesar Rp702,3 miliar.

Dalam laporan keuangan konsolidasian unaudited, emiten Grup Bakrie di sektor properti itu, masih tertekan oleh beban pokok pendapat yang meningkat di semester I 2026. Jumlahnya naik dari Rp473,0 miliar menjadi Rp511,7 miliar.

Selain itu, beban penjualan hingga beban umum administrasi tercatat mengalami kenaikan, sehingga ELTY mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp23,17 miliar, membengkak dari Rp20,8 miliar.

Sementara jika menilik cashflow-nya, ELTY mengantongi arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar RP61,76 miliar, tumbuh 2,3% dibanding posisi tahun lalu sebesar Rp60,39 miliar. Pertumbuhan kas operasional ditopang oleh penerimaan kas dari pelanggan yang tebus RP725,95 miliar, naik 10% dari rp660,20 miliar.

Pada aktivitas investasi, arus kas keluar bersih ELTY berkurang signifikan menjadi Rp14,20 miliar, atau susut 77% dibanding tahun lalu sebesar Rp61,77 miliar. Lalu pada aktivitas pendanaan, ELTY mencatatkan arus kas keluar bersih sebesar Rp33,74 miliar.

Sepanjang semester I 2026, ELTY mampu mencatatkan kenaikan bersih kas sebesar Rp13,82 miliar, sehingga menjaga posisi kas dan setara kas akhir periode tetap tebal di level Rp144,46 miliar.

Adapun total aset ELTY tercatat Rp8,63 triliun relatif stabil dengan periode akhir tahun 2025, liabilitas tercatat Rp2,66 triliun dan ekuitas tercatat Rp5,97 triliun.

Pada perdagangan intraday Senin (3/8), saham ELTY merosot 3,13% atau turun 1 poin ke level Rp31.