Emiten Hary Tanoe (BCAP) Gelar Hajatan Akbar, Besok Buru Izin Investor
:
0
Gedung MNC Tower tampak dari kejauhan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - MNC Kapital (BCAP) bakal menggelar right issue 25,57 miliar helai, dan private placement 4,26 miliar lembar. Right issue maksimal 60 persen, dan private placement 10 persen. Pengeluaran saham baru emiten asuhan Hary Tanoe (HT) tersebut dibalut dengan nilai nominal Rp100.
Dua hajatan akbar itu, akan dipentaskan setelah mengantongi izin investor. Restu dari para pemodal akan diminta dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 25 Juni 2026 mendatang. Right issue akan dilakukan dalam tempo 12 bulan sejak mendapat stempel dari para pemodal.
Dana hasil right issue untuk modal kerja, entitas anak, dan peningkatan setoran modal kepada entitas anak untuk pengembangan bisnis usaha dan digital financial services, akan ditentukan dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan perseroan dan entitas anak, dengan mempertimbangkan perkembangan bisnis.
Di sisi lain, private placement dilakukan dengan sejumlah pertimbangan. Perseroan akan mendapat tambahan modal kerja tanpa membebani pemegang saham saat ini. Struktur permodalan, dan keuangan perseroan akan meningkat. Jumlah saham beredar akan bertambah, sehingga akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan.
Perseroan dapat mengundang investor-investor strategis yang berminat menginvestasikan modal, dan dapat memberi nilai tambah bagi kinerja. Sehubungan dengan rencana private placement, perseroan belum memiliki keterangan mengenai calon pemodal. Penerbitan saham baru akan ditawarkan dengan syarat-syarat, dan harga sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku di pasar modal.
Seluruh rencana penggunaan dana akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan, termasuk namun tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan modal kerja seluruh kegiatan usaha. Meliputi namun tidak terbatas seperti kegiatan pengarahan, dan pengawasan atas kegiatan usaha atau operasional seluruh entitas anak baik dalam hal kepatuhan, proses perijinan usaha, penyusunan Standar Operational Procedures (SOP), dan pengembangan bisnis usaha dan sistem operasional.
Menyusul dua aksi korporasi itu, bagi pemegang saham akan mengalami penurunan (dilusi) kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang diterbitkan, yaitu masing-masing sebanyak-banyaknya 35,29 persen, dan 5,88 persen atau maksimal 41,17 persen setelah right issue, dan private placement.(*)
Related News
Catat Pendapatan Meningkat 9%, IPCM Bagi Dividen Rp125,51 Miliar
Jelang RUPS, Direksi REAL Borong 2 Juta Saham di Pasar
Danantara Dorong Buyback, ini Rencana Strategis BBTN
Multi Makmur Lemindo (PIPA) Ambil Langkah Strategis dan Konsolidasi
Bursa Global Merah, IHSG Rawan Koreksi Hingga Uji Support di 6.000
TBLA Jadwal Dividen 40 Persen Laba, Yield 8,95 Persen





