Emiten Kawasan Industri, Sinarmas Superior, Epic Comeback Grup Djarum
:
0
Salah satu sudut kantor Subang Smartpolitan besutan Surya Semesta. FOTO - Dok Emitennews
EmitenNews.com - Sejumlah emiten kawasan industri telah merilis laporan keuangan paruh pertama 2026. Sepanjang periode itu, lima emiten menyajikan laporan keuangan beragam. Mulai menuai untung terbesar, pertumbuhan tertinggi, dan terendah. Parahnya, bahkan ada emiten yang justru terjebak badai rugi.
Lima emiten membidani kawasan industri antara lain Grup Sinarmas yaitu Puradelta Lestari (DMAS), afiliasi Grup Djarum dan Prajogo yaitu Surya Semesta Internusa (SSIA), AKR Corporindo (AKRA), Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST), dan Kawasan Industri Jababeka (KIJA). Kalau ditilik dari sisi koleksi perolehan laba terbesar, jelas DMAS tampil superior.
Milik Emiten Grup Sinarmas
Sepanjang periode itu, DMAS mengemas laba bersih Rp1,19 triliun, meroket 175 persen dari edisi sama tahun lalu Rp0,44 triliun. Artinya, DMAS meraup laba Rp750 miliar. Hasil itu, berkat pendapatan Rp1,8 triliun, melejit 194 persen dari Rp0,61 triliun. Alhasil, saham DMAS bertengger di Rp149, alias sejak awal tahun melesat 15,50 persen atau 20 poin dari level Rp129.
Laba terbesar kedua yaitu SSIA senilai Rp262,56 miliar, naik 911,87 persen dari posisi rugi Rp32,32 miliar. Posisi ketiga raihan laba terbesar AKRA senilai Rp1,43 triliun, alias tumbuh 21,18 persen atau Rp250 miliar dari edisi sama tahun lalu Rp1,18 triliun. Menyusul kemudian, BEST dengan tabulasi laba Rp144,32 miliar, naik 346,61 persen dari minus Rp58,52 miliar.
Epic Comeback Afiliasi Grup Djarum, dan Prajogo
Sebaliknya, kalau dikalkulasi dari sisi pertumbuhan laba, SSIA tampil sebagai jawara. Emiten afiliasi Grup Djarum, dan Prajogo Pangestu itu, menoreh pertumbuhan laba 911,87 persen menjadi Rp262,56 miliar dari edisi sama tahun lalu boncos Rp32,34 miliar. Itu berkat dukungan pendapatan Rp3,35 triliun, melejit 58,02 persen dari episode sama tahun lalu Rp2,12 triliun.
Alhasil, saat ini saham SSIA berada di level Rp1.420 per helai, secara year to date alias sejak awal 2026, saham SSIA melesat 10,94 persen alias 140 poin dari edisi 2 Januari 2026 di posisi Rp1.280. Posisi kedua dihuni BEST dengan lonjakan laba 346,61 persen menjadi Rp144,32 miliar dari minus Rp58,52 miliar. Itu didukung pendapatan Rp380,43 miliar, surplus 302,7 persen dari Rp94,31 miliar.
Grup Sinarmas, DMAS harus puas di posisi ketiga dengan tingkat pertumbuhan laba 175 persen. AKRA posisi keempat dengan lonjakan laba hanya 21,18 persen menjadi Rp1,43 triliun dari Rp1,18 triliun. Itu ditopang pendapatan Rp30,84 triliun, naik 44,04 persen dari Rp21,41 triliun. Efeknya, saham AKRA saat ini berada di Rp1.420, secara year to date melesat 10,94 persen alias 140 poin dari Rp1.280.
KIJA Boncos
Related News
Sempat Kejutkan Pasar, Paruh I PRDL Boncos 266,47 Persen
Saham Pemerintah Norwegia di Emiten Hapsoro (RAJA) Naik, Ini Angkanya
Kinerja Telkom (TLKM) Tetap Solid, Ini Pandangaan Analis
BNBR Kena Notasi Khusus G, Ada Sanksi OJK atas Pelanggaran Peraturan
Investor BNBR Bertambah 37.426 dalam Sebulan, Free Float Malah Turun
5 Saham Kompak Cum Dividen Pekan Depan, Ada Yield Menarik 6,82 Persen!





