Emiten Produsen Indomie (ICBP) Kemas Penjualan Jumbo, Tapi Laba Susut
:
0
Ilustrasi, potret jenama Indomie milik PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dalam sebuah acara. Foto: Indofood
EmitenNews.com - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mengemas penjualan neto sebesar Rp41,86 triliun pada semester I 2026. Jumlahnya meningkat 11,33% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp37,60 triliun.
Akan tetapi, peningkatan itu pun disertai dengan beban pokok penjualan yang naik menjadi Rp27,49 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp24,47 triliun. Begitu pun dengan beban penjualan dan distribusi, beban umum dan administrasi yang juga mengalami kenaikan.
Tekanan juga terlihat dari beban keuangan yang membengkak pada semester I 2026. Totalnya mencapai Rp4,09 triliun, melonjak dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp1,29 triliun. alhasil laba sebelum pajak tercatat lebih rendah Rp5,64 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp7,74 triliun.
Seiring dengan kinerja tersebut, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp3,70 triliun, susut 33,09% dibanding tahun lalu sebesar Rp5,53 triliun.
Lalu berdasarkan laporan arus kasnya, produsen Mi Instan Indomie ini membukukan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp40,06 triliun, tumbuh 13,0% dibandingkan periode lalu sebesar Rp35,45 triliun. Sejalan dengan penerimaan kas, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ICBP melesat 17,1% menjadi Rp5,67 triliun naik dari posisi tahun lalu sebesar Rp4,84 triliun.
Di sisi investasi, ICBP mencatatkan pengeluaran kas yang melandai. Belanja modal untuk penambahan aset tetap tercatat sebesar Rp1,14 triliun turun 53,3% dari periode lalu yang mencapai Rp2,45 triliun. Alhasil arus kas keluar bersih investasi susut menjadi Rp1,31 triliun.
Sedangkan pada aktivitas pendanaan, perseroan menggunakan kas sebesar Rp974,86 miliar, utamanya dialokasikan untuk pembayaran dividen kepada kepentingan non-pengendali sebesar Rp664,09 miliar dan pelunasan pinjaman bank jangka pendek maupun panjang senilai Rp462,34 miliar.
Hingga akhir semester I 2026, posisi kas dan setara kas ICBP pada akhir Juni 2026 melambung hingga Rp33,54 triliun, naik 22,9% dari periode tahun sebelumnya sebesar Rp27,30 triliun.
Sementara melihat neraca ICBP, total aset pada semester I 2026 meningkat 6,23% menjadi Rp143,98 triliun dari posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp135,54 triliun. Total liabilitas naik 11,18% menjadi Rp68,71 triliun dari tahun lalu sebesar Rp61,8 triliun, dan ekuitas meningkat 2,16% menjadi Rp75,27 triliun dari Rp73,68 triliun.
“Di tengah situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap waspada. Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas," jelas Direktur Utama ICBP, Anthoni Salim dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (3/8).
Related News
Keputusan Strategis, Triputra Agro Persada (TAPG) Bagi Dividen Rp1,19T
Raih Laba Rp1,7T, Emiten Aguan (PANI) Ini Catat Sejarah Luar Biasa
TAPG Tebar Dividen Interim Rp1,19T, Investor Kantongi Rp60 per Saham
Pendapatan REAL Melonjak 211 Persen Q2 2026, Sinyal Pemulihan Bisnis?
Tender Wajib MAPI Rampung, Porsi Publik Anjlok, Harga Sahamnya Terbang
BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun untuk Bayar Utang, Ekspansi, Akuisisi





