Emiten Sarang Walet (NEST) Manfaatkan IoT untuk Perkuat Rantai Pasok
:
0
Sarang burung walet PT Esta Indonesia Tbk (NEST)
EmitenNews.com - PT Esta Indonesia Tbk (NEST) optimistis mampu melanjutkan tren pertumbuhan laba bersih kuartal I 2026 yang mencapai 38% year on year (yoy). Proyeksi tersebut didukung pertumbuhan industri hilir sarang burung walet di negara-negara tujuan ekspor.
“China sebagai pasar tujuan ekspor terbesar di dunia untuk sarang burung walet terus menunjukkan pertumbuhan positif. Awalnya sarang burung walet adalah makanan tradisional yang lebih banyak di konsumsi oleh kalangan atas. Akan tetapi, pertumbuhan konsumen saat ini menunjukkan bahwa sarang burung walet telah menjadi bagian dari wellness product, dengan produk-produk yang lebih mudah diakses oleh konsumen. Sarang burung walet dalam bentuk ready to drink telah menjadi bagian dari gaya hidup,” ujar Anton Siswanto Hoo, Direktur Utama NEST menyampaikan dalam paparan publik, Rabu (24/6/2026).
Pasar China yang akan terus bertumbuh memberikan tantangan dan kesempatan bagi NEST. “Dari sisi kesempatan, tentu saja pertumbuhan pasar di China merupakan kesempatan besar bagi NEST untuk mengikuti laju pertumbuhan sebagai eksportir. Akan tetapi, kesempatan tersebut diiringi dengan tantangan untuk menjaga kualitas dan kuantitas rantai pasok sarang burung walet,” lanjut Anton.
Sebagai perusahaan eksportir yang produknya akan menjadi produk konsumsi, NEST diwajibkan untuk mengikuti standar keamanan produk makanan secara ketat. Sarang burung walet yang diekspor oleh NEST tidak hanya dinilai berdasarkan karakter fisik seperti bentuk, warna dan berat, tetapi juga karakter kandungan gizi seperti protein dan kandungan logam berat atau kontaminan.
Selain fasilitas produksi yang dapat memenuhi standar keamanan produk makanan, NEST meluncurkan inisiatif strategis pengelolaan rumah burung walet memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT)
“Pada dasarnya, rumah burung walet merupakan replikasi dari ekosistem alami mereka yaitu gua di daerah tropis. Secara micro climate, gua tempat hunian burung walet memiliki rentang temperature dan kelembaban yang relatif stabil. Dengan memindahkan ekosistem mereka dari gua ke bangunan rumah, maka salah satu cara untuk memastikan populasi sarang burung walet dapat tumbuh dengan baik adalah menjaga suhu dan kelembaban,” ujarnya.
Anton memberikan penjelasan lebih lanjut terkait inisiatif strategis NEST. Menggunakan IoT, NEST memiliki transparansi data terkait kelembaban dan suhu dari setiap sarang burung walet. Data yang dikumpulkan akan menjadi basis data dan dasar untuk melakukan kegiatan manajemen rumah burung.
Saat ini, NEST telah melakukan implementasi IOT secara menyeluruh pada lima belas rumah burung milik perusahaan. Tidak hanya untuk rumah burung yang dimiliki oleh perusahaan, manajemen NEST telah menyiapkan serangkaian langkah untuk menerapkan IoT ini pada pemilik rumah burung yang menjadi mitra rantai pasok strategis NEST di seluruh Indonesia.
“Meskipun belum ada angka pasti terkait jumlah rumah burung walet, melalui 30 tahun pengalaman perusahaan di industri ini, kami meyakini bahwa ada jutaan rumah burung walet di Indonesia. Pertanyaannya sekarang, apakah rumah burung tersebut dikelola dengan tepat guna atau tidak,” sambung Anton.
Anton menyampaikan bahwa implementasi IoT akan meningkatkan efisiensi manajemen rumah burung, yang akan memberikan dampak positif baik untuk output pada saat panen dan kualitas panen secara umum. Saat ini manajemen NEST sedang dalam proses untuk menelaah model bisnis yang kolaboratif dengan pemilik rumah burung yang telah mendukung bisnis NEST hingga saat ini.
Related News
WOM Finance Bidik Dana Rp1 Triliun dari Pasar Obligasi
VERN Bidik 3 Film Layar Lebar di 2026, Genjot Ekspansi Konten & OTT
Emiten Aguan (PANI) Rampung Private Placement Tahap IV, Raup Rp498,28M
99 Persen Laba 2025 GGRM Ditebar Jadi Dividen, Nilainya Makin Ngebul!
DPUM Siapkan Capex Rp100 Miliar, Bidik Pendapatan Jumbo
PZZA Ekspansi Bisnis Yoghurt, Akuisisi 52 Persen Saham HAY





