EmitenNews.com - Energi Mega (ENRG) sepanjang paruh pertama 2026 mengemas laba bersih USD45,23 juta. Melejit 27 persen dari episode sama tahun lalu dengan koleksi USD35,72 juta. EBITDA emiten Grup Bakrie itu terkumpul USD186,27 juta, surplus 25 persen dari edisi sama tahun sebelumnya USD149,22 juta.

Penjualan bersih USD283,37 juta, mengalami lompatan 19 persen dari periode sama tahun lalu USD239,11 juta. Beban pokok penjualan USD163,22juta, naik tipis dari USD154,6 juta. Laba kotor terkumpul USD120,15 juta, melonjak signifikan dari posisi sama tahun lalu senilai USD84,5 juta.

Beban usaha USD10,68 juta, bertambah dari USD10,39 juta. Laba usaha terakumulasi USD109,46 juta, mengalami lonjakan dari fase sama tahun sebbelumnya USD74,1 juta. Keuntungan selisih kurs USD5,45 juta, melesat dari episode sama tahun lalu USD238,64 ribu. Beban keuangan USD22,12 juta, bengkak dari USD17,48 juta.

Total ekuitas USD1,97 miliar, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya USD1,82 miliar. Jumlah liabbilitas USD1,08 miliar, mengalami peningkatan dari akhir 2025 senilai USD999,58 juta. Total aset USD1,97 miliar, mengalami lonjakan dari akhir tahun lalu USD1,82 miliar.

Syailendar S Bakrie Direktur Utama ENRG menyebut perseroan membukukan kinerja keuangan solid pada semester pertama 2026, didukung kontribusi berkelanjutan dari portofolio aset telah berproduksi, dan peningkatan pendapatan. ”Kami akan tetap fokus mengoptimalkan aset sudah ada, melanjutkan berbagai inisiatif pertumbuhan, dan menjaga pelaksanaan secara disiplin untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang berkelanjutan,” tegasnya.

Perseroan terus menerapkan pendekatan prudent dalam mengelola sumber daya keuangan, dan kebutuhan pendanaan. ”Kami tetap fokus dalam mendukung kegiatan usaha perseroan yang sedang berjalan, dengan tetap menjaga fleksibilitas keuangan, dan pengelolaan keuangan efektif,” ucapnya. (*)