Emiten Teknologi Grup Lippo Dua Kali Disuspensi, Bakal Lama Digembok?

gambar emiten MLPT
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) karena kenaikan harga yang signifikan. Langkah ini diambil oleh BEI untuk melindungi kepentingan investor mengingat peningkatan harga kumulatif yang terjadi dalam waktu singkat.
Dalam pengumuman resmi yang diterbitkan pada 13 September 2024, BEI menjelaskan bahwa suspensi saham MLPT berlaku mulai sesi pertama perdagangan pada Selasa, 17 September 2024, dan akan berlangsung hingga pemberitahuan lebih lanjut dari BEI.
Sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), pada Kamis (12/9/2024).
Sebelumnya lagi pada Rabu (11/9) Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi pergerakan dan pola transaksi pada saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT). Pasalnya terjadi kenaikan yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Kemudian Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) pada Jumat, 13 September 2024.
Sebelum suspensi ke dua, saham MLPT mengalami lonjakan harga yang signifikan. Pada penutupan perdagangan Jumat (13/9/2024), saham MLPT tercatat menguat 730 poin atau naik 20,28%, menjadikan harganya berada di posisi Rp4.330 per lembar.
Sebagai informasi saham MLPT naik signifikan pada awal pekan ini. MLPT naik 24,86 persen pada Senin (9/9) ke posisi 2.310. Penguatan berlanjut hingga Rabu (11/9), membawa MLPT ke posisi 3.600. Dalam sepekan, MLPT naik 106,30 persen dan naik 129,30 persen ytd. Naik 112,39% dalam sebulan terakhir.
"Sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai," demikian pernyataan BEI dalam pengumuman nomor Peng-SPT-00097/BEI.WAS/09-2024.
Selain itu, BEI juga mengingatkan semua pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan. Keterbukaan ini penting agar investor dapat memahami kondisi perusahaan secara lebih transparan dan bijak dalam mengambil keputusan investasi.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG