Enam Saham Lepas Suspensi, Tiga Saham Ngacir ARA Sisanya ARB
:
0
Ilustrasi bullish dan bearish.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan enam saham yang sebelumnya disuspensi. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa pembukaan kembali suspensi tersebut mulai efektif diberlakukan pada Jumat (23/1/2026) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Kebijakan suspensi dan pembukaannya dilakukan dalam rangka menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi perdagangan saham. Terlihat, pergerakan harga pasca-unsuspensi justru terbelah tajam. Tiga saham langsung melesat menyentuh Auto Rejection Atas (ARA), sementara tiga lainnya terperosok ke zona merah dan menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB).
Pada perdagangan Jumat (23/1), saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk. (ENZO) melonjak 9,57 persen atau naik 9 poin dan menyentuh ARA di level Rp103. Saham PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) juga menguat 10,00 persen atau naik 1.075 poin ke Rp11.825, sementara PT Trimitra Prawara Goldland Tbk. (ATAP) menguat 9,87 persen atau naik 75 poin ke Rp835, sama-sama menyentuh batas atas harian.
Sebaliknya, tekanan jual deras terjadi pada tiga saham lainnya. Saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) ambruk 9,65 persen atau turun 22 poin dan menyentuh ARB di Rp206. Saham PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) juga terpuruk 9,81 persen atau turun 52 poin ke Rp478. Adapun saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mencatat penurunan terdalam dengan jatuh 14,87 persen atau turun 400 poin dan menyentuh ARB di level Rp2.290.
Sementara itu, BEI menetapkan empat saham ke dalam mekanisme Full Call Auction (FCA) sebagai langkah pengawasan lanjutan pasca dibukanya suspensi jilid kedua mereka. Saham ATAP, ARKO, LEAD, dan TRUE akan diperdagangkan menggunakan skema FCA selama satu minggu ke depan. (*)
Related News
Tak Panik Soal Outflow MSCI, BEI Optimis Pasar Pulih & Value-Up Emiten
Sejarah Destry dan Aida, Era BI di Tangan Perempuan Segera Menjelang
Danantara Investor Potensial BEI, Bidik Wacana Progresif Terhadap PDB
Review MSCI Agustus Masih Freeze Saham RI, Begini Ungkapan BEI
Tahap Awal Demutualisasi BEI Lewat Private Placement, IPO Menyusul?
Dapat Restu RUPSLB, BEI Tetapkan Alex Widi Kristiono sebagai Komisaris





