EmitenNews.com - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berencana melakukan buyback saham dengan alokasi maksimal Rp500 miliar.

Dalam keterbukaan infromasi, ERAA akan mengeksekusi buyback saham secara bertahap dalam kurun waktu tiga bulan, mulai 4 September 2026 hingga 4 Desember 2026.

Adapun jumlah saham yang akan dibeli ERAA maksimum di angka 797.500.000 lembar saham atau mewakili 5 persen.

“Sesuai dengan POJK 13/2023, jumlah saham yang akan dilakukan pembelian kembali saham tidak akan melebih 20% dari modal disetor perseroan,” tulis manajemen ERAA, Kamis (3/9).

Di samping itu, dalam aksi buybcak saham ini, ERAA telah menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan dalam periode waktu yang ditentukan itu.

Manajemen ERAA menegaskan seluruh dana buyback bersumber dari kas internal perusahaan. Meski akan mengurangi total aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp500 miliar, perseroan optimistis langkah ini tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional maupun arus kas perusahaan.

Berdasarkan proforma keuangan per 31 Desember 2025, total aset ERAA pasca buyback diperkirakan menyesuaikan dari Rp28,85 triliun menjadi Rp28,35 triliun. Sementara itu, ekuitas perseroan bergeser dari Rp10,17 triliun menjadi Rp9,67 triliun, tanpa mengubah proyeksi Earnings Per Share (EPS) di angka Rp75,68.

“Perseroan tetap optimis bahwa pelaksanaan Pembelian Kembali Saham tidak akan menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kelangsungan kegiatan usaha maupun prospek pertumbuhan Perseroan,” tulis manajemen.

Pada penutupan sesi I perdagangan Kamis (3/9), saham ERAA melambung 15,38 persen atau naik 80 poin ke level 600.