Kantongi USD 30,7 Juta, ADMR Kembali Tembus Pasar Jepang
:
0
Kantongi USD 30,7 Juta, ADMR Kembali Tembus Pasar Jepang. Dok. AlamtriMinerals
EmitenNews.com - Kinerja keuangan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sepanjang paruh pertama tahun 2026 patut mendapat perhatian. Perusahaan ini berhasil mencetak pendapatan usaha sebesar USD 583,87 juta, tumbuh 31,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka USD 443,94 juta. Pertumbuhan pendapatan ini langsung mengerek pos laba kotor perusahaan hingga 54,19 persen, dari USD 180,19 juta menjadi USD 277,84 juta. Efisiensi biaya yang baik membuat margin laba kotor atau Gross Profit Margin membaik dari 40,59 persen menjadi 47,59 persen.
Kondisi yang membaik ini juga tercermin kuat pada laba operasional perusahaan yang mencapai USD 237,18 juta, atau naik 49,88 persen dari sebelumnya USD 158,25 juta. Margin laba operasionalnya pun ikut menebal dari 35,65 persen menjadi 40,62 persen. Pada ujungnya, laba bersih yang bisa dikantongi oleh entitas induk pada Semester I-2026 mencapai USD 174,18 juta, naik 23,97 persen dari capaian tahun sebelumnya sebesar USD 140,50 juta. Hal ini membuat margin laba bersih perusahaan bertengger di level 29,83 persen.
Mulai Lepas Ketergantungan dari Grup Sendiri
Jika membedah dari mana datangnya uang tersebut, terlihat ada pergeseran strategi penjualan yang sehat. Pendapatan ADMR kini tidak lagi terlalu bergantung pada pihak berelasi atau grup perusahaannya sendiri. Penjualan ke pihak ketiga melesat 58,16 persen, dari USD 234,11 juta menjadi USD 370,27 juta. Sebaliknya, pendapatan dari pihak berelasi hanya tumbuh tipis 1,80 persen dari USD 209,83 juta menjadi USD 213,61 juta. Rincian untuk pihak berelasi ini mencakup penjualan hasil tambang sebesar USD 211,54 juta yang naik 1,82 persen dari USD 207,76 juta, serta jasa lainnya sebesar USD 2,07 juta yang sedikit turun 0,19 persen dari angka yang sama di kisaran USD 2,07 juta pada tahun sebelumnya.
Pergeseran dominasi pelanggan ini sangat kentara jika kita melihat klien penyumbang pendapatan di atas 10 persen. Transaksi dengan AIS, yang berstatus pihak berelasi, memang secara nominal naik tipis dari USD 205,24 juta menjadi USD 208,65 juta. Namun, porsi AIS terhadap total pendapatan perusahaan kini menyusut dari 46,23 persen menjadi 35,73 persen. Sebagai gantinya, porsi pihak ketiga yakni PT Kinxiang New Energy membengkak tajam. Nilai transaksi Kinxiang melonjak 147,86 persen dari USD 31,23 juta menjadi USD 77,41 juta, yang menjadikannya penguasa 13,26 persen dari total pundi-pundi pendapatan ADMR saat ini.
Dari Pasar Lokal Hingga Kembalinya Serapan Pasar Jepang
Bicara soal ke mana batu bara ini bermuara, pasar domestik ternyata menyerap porsi yang makin besar. Penjualan di dalam negeri melonjak dari USD 149,45 juta pada paruh pertama tahun lalu menjadi USD 249,90 juta tahun ini. Untuk pasar ekspor, Singapura masih menjadi langganan utama dengan nilai pembelian USD 278,73 juta, naik dari sebelumnya USD 232,04 juta.
Hal yang cukup menarik dari sisi pasar luar negeri adalah kembalinya serapan dari pasar Jepang. Setelah sempat absen mencatatkan transaksi pada paruh pertama 2025, Jepang kembali masuk sebagai penyumbang pendapatan dengan nilai USD 30,79 juta di Semester I-2026. Kembalinya salah satu pembeli tradisional ADMR ini praktis menambal hilangnya pasar Cina yang pada paruh pertama tahun ini tidak mencatatkan transaksi, padahal tahun lalu sempat menyumbang USD 8,52 juta. Sementara itu, penjualan ke negara lain tampak menyusut, seperti Korea yang turun dari USD 30,77 juta menjadi USD 20,95 juta, serta India yang merosot dari USD 23,16 juta ke angka USD 3,49 juta.
Baca Juga: Laba Tumbuh Berkat UMKM, Risiko Kredit Korporasi Membayangi BBRI
Kondisi Kantong Perusahaan dan Naiknya Beban Utang
Related News
Laba Tumbuh Berkat UMKM, Risiko Kredit Korporasi Membayangi BBRI
Adu Dividen vs Transisi Energi Hijau, Lebih Menarik ADRO atau AADI?
Cuan Sewa Listrik Melesat 73%, India Jadi Tujuan Ekspor Terbesar AADI
Singapura Jadi Pelanggan Terbesar ADRO, Disusul Jepang dan Korsel
Laba RANS Naik 11% Bukan karena Kenaikan Pendapatan, Dari Mana?
Punya 3%, Vanguard Kepincut Bisnis Suku Cadang Keluarga Hartono





