EmitenNews.com - Surat utang bernilai total Rp4 triliun, akan memasuki masa jatuh tempo pada November 2026, PT Pegadaian siap melunasinya. Manajemen anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) itu, menyatakan kesiapan itu pada Senin (31/8/2026). Sumber dana pelunasan dari fasilitas pinjaman perbankan yang dimiliki perseroan.

Kesiapan pembayaran tersebut disampaikan langsung oleh manajemen perseroan guna memberikan kepastian dan keterbukaan informasi kepada para pemegang obligasi maupun regulator. Pernyataan kesiapan tersebut dituangkan melalui surat resmi tertanggal 31 Agustus 2026.

Surat tersebut ditujukan kepada Direktur Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro, Pegadaian, dan Koordinasi Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Keuangan Lainnya Regional Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sesuai surat resmi yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Tresuri PT Pegadaian, Luh Putu Andarini, total kewajiban Rp4 triliun tersebut terbagi dalam dua jenis instrumen keuangan yang berbeda. Kedua instrumen tersebut adalah Obligasi Berkelanjutan VI Seri A dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Seri A.

Instrumen ini Diterbitkan oleh Perseroan pada 13 November 2025 

Pertama mencakup pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan VI Pegadaian Tahap IV Tahun 2025 Seri A senilai Rp2,7 triliun. Instrumen ini sebelumnya diterbitkan oleh perseroan pada 13 November 2025 dan dijadwalkan jatuh tempo 23 November 2026.

Instrumen kedua adalah Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2025 Seri A dengan nilai sebesar Rp1,3 triliun. Sama halnya dengan instrumen obligasi, sukuk berbasis syariah dan wawasan sosial ini juga diterbitkan pada 13 November 2025 dan memiliki tanggal jatuh tempo yang sama, yakni 23 November 2026.

Untuk memenuhi kewajiban pelunasan kedua surat utang tersebut, PT Pegadaian memastikan sumber dana pelunasan berasal dari fasilitas pinjaman perbankan yang dimiliki perseroan. 

Berdasarkan kalkulasi dan proyeksi internal per 31 Oktober 2026, sisa plafon perbankan perseroan dipastikan masih sangat mencukupi untuk melunasi seluruh kewajiban sebesar Rp4 triliun secara tepat waktu. ***