Pidato Fed dan Memanasnya Hormuz Tekan Emas ke USD4.460
:
0
Harga emas dunia tertahan di kisaran USD4.460 per ons pada perdagangan hari Senin.(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas dunia tertahan di kisaran USD4.460 per ons pada perdagangan hari Senin. Angka ini menandai stabilisasi harga setelah logam mulia tersebut anjlok lebih dari 3% pada sesi perdagangan sebelumnya akibat sinyal pengetatan kebijakan moneter dari Amerika Serikat.
Pernyataan agresif dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Komentar tersebut disampaikan Warsh dalam pidatonya di simposium ekonomi Jackson Hole pada hari Jumat pekan lalu.
Berdasarkan data Trading Economics, pergerakan harga emas saat ini sangat dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat.
Pasar kini memperkirakan peluang sebesar 57% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mendatang. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan perkiraan pekan sebelumnya yang berada di kisaran 40%.
Dalam pidatonya di Jackson Hole, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan komitmen bank sentral untuk menekan laju inflasi. "Inflasi belum mereda secara signifikan. Bank sentral tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target 2%, terlebih kondisi keuangan saat ini dinilai belum cukup ketat," ujar Warsh.
Selain sentimen suku bunga, harga emas mendapat tekanan tambahan dari kenaikan harga minyak dunia. Lonjakan harga energi terjadi setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap peluncur roket Iran yang bersiap memasang ranjau di Selat Hormuz. Aksi militer ini menjadi serangan pertama yang dicatat dalam waktu lebih dari satu bulan di kawasan tersebut.
Meski mengalami koreksi tajam di akhir bulan, emas tetap membukukan kenaikan total lebih dari 10% sepanjang bulan Agustus. Penguatan ini sebagian besar didorong oleh aksi investor yang melakukan perdagangan penurunan nilai (devaluation trade).
Dampak dinamika global ini turut membayangi pasar keuangan Indonesia. Perubahan ekspektasi suku bunga Federal Reserve berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan memicu penyesuaian harga emas batangan domestik, seperti emas Antam. Pelaku pasar di dalam negeri kini mencermati arah kebijakan Bank Indonesia dalam merespons potensi ketidakpastian arus modal asing akibat kenaikan suku bunga acuan global.(*)
Related News
Emas Antam Tertahan di Rp2,67 Juta, Efek Sinyal Fed
Balikkan Estimasi, Ritel dan Industri Jepang Tumbuh 4%
Bursa Jepang Terperosok 1,4% Imbas Hawkish Fed dan Minyak
Serangan ke Hormuz dan Sinyal Warsh Tekan Saham AS
Minyak Dekati USD85 Setelah AS Serang Target Iran
Daftar 10 Bank Non BUMN Penampung Devisa Hasil Ekspor SDA





