Biayai Akuisisi, KOTA Rancang Right Issue 100 Miliar Eksemplar
:
0
Pengurus DMS Propertindo pada suatu kesempatan. FOTO - Dok KOTA
EmitenNews.com - DMS Propertindo (KOTA) meracik right issue 100 miliar eksemplar. Pengeluaran saham baru itu, dibalut dengan nilai nominal Rp25. Pengeluaran saham baru itu, setara dengan 90,46 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh usai pelaksanaan right issue.
Dana hasil right issue akan digunakan sebagai berikut. Senilai Rp4,4 triliun untuk mengakuisisi 1.206.272 helai alias 99,99 persen saham Art Design Indonesia (ADI) Rp1,2 triliun, dan mencaplok 6.413.296 lembar atau 99,99 persen saham Mandirinusa Graha Perkasa (MGP) Rp3,2 triliun dari Michel Energi.
Lalu, sisa dana hasil right issue seluruhnya untuk modal kerja, kegiatan operasional, dan pengembangan usaha perseroan. Rencana pengambilalihan ADI dan MGP merupakan langkah strategis untuk memperkuat basis aset sekaligus memperluas pijakan bisnis perseroan melalui penguasaan land bank strategis dengan total sekitar 571 hektare (Ha).
Pengambilalihan ADI memberi akses terhadap lahan seluas sekitar 23 ha di Surabaya, salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan Indonesia bagian timur, sedangkan pengambilalihan MGP memberi penguasaan atas sekitar 548 ha di Maja, kawasan yang memiliki potensi pertumbuhan seiring dengan perkembangan hunian, konektivitas transportasi, kebutuhan kawasan industri dan logistik.
Kombinasi Dua Lahan Strategis
Nah, dari sisi pengembangan usaha, penguasaan land bank tersebut memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk mengembangkan berbagai alternatif kawasan sesuai dengan karakteristik, dan potensi masingmasing lokasi. Lahan di Surabaya berpotensi dikembangkan sebagai kawasan mixed-use, kawasan industri ringan, maupun properti premium, yang dapat mencakup apartemen, pusat perdagangan, hotel, perkantoran, area kuliner, pergudangan, fasilitas logistik, hingga kawasan hunian terpadu.
Sementara itu, lahan di Maja memiliki skala yang memungkinkan pengembangan kawasan berskala besar. Antara lain kota mandiri, kawasan industri dan logistik, pergudangan, perumahan, dan kawasan komersial. Dari sisi pengembangan usaha, penguasaan land bank tersebut memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk mengembangkan berbagai alternatif kawasan sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing lokasi.
Secara finansial, transaksi ini diharapkan dapat memperbesar total aset dan nilai buku, meningkatkan kemampuan leverage, menciptakan potensi peningkatan laba melalui kombinasi margin pembangunan, capital gain, dan recurring income. Di sisi lain, peningkatan dan diversifikasi sumber pendapatan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Perseroan terhadap bisnis existing, dan membentuk portofolio usaha lebih beragam.
Dari perspektif strategis, akuisisi memungkinkan perseroan mempercepat ekspansi dibanding membangun posisi secara organik dari awal, karena penguasaan perusahaan pemilik lahan memberi akses terhadap aset, legalitas, perizinan telah berjalan, dan posisi strategis di pasar. Penguasaan land bank dalam skala besar juga dapat menjadi strategic asset dan memberikan keunggulan kompetitif karena merupakan aset relatif sulit ditiru kompetitor.
Perkuat Basis Aset
Related News
BNBR Berbalik Rugi 502,38 Persen, Investor Kakap Kabur
Nasib WIKA, Defisit Bengkak, Ekuitas Drop, Gagal Bayar, dan Saham Beku
Gencar Ekspansi, BACH Kantongi Laba Naik 25 Persen di Semester I 2026
Pendapatan Naik 44 Persen, CASH Justru Kemas Rugi, Ekuitas Negatif
Tutup Semester I, Alamtri Minerals (ADMR) Catat Laba Naik 24 Persen
AADI Kemas Pendapatan USD2,54 Miliar, Laba Bersih Naik 10,5 Persen





