EmitenNews.com - Wijaya Karya (WIKA) per 30 Juni 2026 masih rugi Rp1,48 triliun. Menciut 10,84 persen dari periode sama tahun sebelumnya tekor Rp1,66 triliun. Oleh sebab itu, rugi bersih per saham dasar ikut turun ke level Rp37,17 dari posisi sama tahun lalu Rp41,71.

Perbaikan kinerja itu, menyusul pendapatan bersih Rp6,27 triliun, melejit 7,18 persen dari episode sama tahun lalu Rp5,85 triliun. Beban pokok pendapatan Rp5,39 triliun, bertambah dari posisi sama tahun 2025 sejumlah Rp5,38 triliun. Laba kotor terkumpul Rp886,33 miliar, melesat 87,56 persen dari Rp472,56 miliar.

Beban penjualan Rp5,97 miliar, susut dari Rp6,47 miliar. Beban umum dan administrasi Rp573,47 miliar, bertambah dari Rp509,31 miliar. Pendapatan lain-lain Rp891,36 miliar. Laba usaha Rp314,65 miliar, melonjak dari Rp133,27 miliar. Beban keuangan Rp1,31 triliun, susut dari Rp1,38 triliun.

Beban pajak penghasilan final Rp118,19 miliar, naik dari Rp109,55 miliar. Bagian rugi entitas asosiasi Rp51,86 miliar, turun dari Rp84,5 miliar. Bagian laba entitas ventura bersama Rp328,05 miliar, bertambah dari Rp298,86 miliar. Bagian rugi pengendalian bersama Rp721,4 miliar, bengkak dari Rp542,31 miliar.

Total ekuitas Rp130,15 miliar, drop 92,27 persen dari akhir tahun sebelumnya Rp1,68 triliun. Deficit Rp20,77 triliun, bengkak dari Rp19,29 triliun. Jumlah liabilitas terkumpul Rp48,81 triliun, bertambah dari akhir 2025 senilai Rp48,46 triliun. Jumlah aset Rp48,95 triliun, terkoreksi dari akhir tahun lalu Rp50,15 triliun.

Gagal bayar Kupon Obligasi

Lembaga pemeringkat, Pefindo menurunkan efek bersifat utang Wijaya Karya (WIKA) dari CCC menjadi D. Penurunan peringkat itu berlaku untuk obligasi berkelanjutan II tahap II 2022 seri A, B dan C, serta sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap II 2022 seri A, B dan C.

Penurunan peringkat itu dilakukan untuk menindaklanjuti penangguhan pembayaran kupon perseroan untuk obligasi dan sukuk yang jatuh tempo 18 Agustus 2026. Perseroan akan terus melakukan komunikasi insentif bersama Wali amanat dan pemegang obligasi maupun sukuk guna menyelesaikan hal tersebut.

“Selanjutnya perseroan akan terus melakukan komunikasi secara intensif bersama Wali Amanat dan pemegang Obligasi/Sukuk, untuk mencapai kesepakatan bersama dalam hal penyelesaian kewajiban yang dapat mengakomodir kepentingan para pihak,” tulis Ngatemin, Corporate Secretary WIKA.

Saham Beku