EmitenNews.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) membukukan tekanan kinerja keuangan sepanjang semester I 2026. Meski pendapatan usaha tumbuh pesat, ekuitas CASH justru terjun jadi negatif.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, CASH membukukan pendapatan usaha sebesar Rp84,68 miliar, melonjak 44,68 persen YoY dibandingkan episode sama tahun lalu sebesar Rp58,53 miliar.

Dampaknya, laba bruto CASH naik 21,50 persen jadi Rp19,12 miliar dari Rp15,74 di periode sama tahun sebelumnya.

Kendati begitu, beban umum dan administrasi meningkat 32,50 persen jadi Rp33,38 miliar dari Rp25,19 miliar. Selan itu, CASH membukukan kerugian penurunan nilai piutang sebesar Rp1,88 miliar, berbalik dari pemulihan nilai piutang di periode lalu sebesar Rp45,31 juta.

Alhasil, rugi usaha CASH bengkak 67,20 persen jadi Rp16,95 miliar dari Rp10,14 miliar di tahun lalu. Beban keuangan juga meningkatn 48,19 persen jadi Rp7,15 miliar, beban pajak penghasilan bengkak jadi Rp13,24 miliar.

Karena itu rugi bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk tercatat sebesar Rp39,32 miliar, kian merosot hingga 149,82 persen dari periode sama tahun lalu yang juga rugi Rp15,74 miliar.

Dari sisi neraca juga tertekan, jumlah liabilitas lebih besar dibandingkan total aset CASH. Per 30 Juni 2026, total aset CASH turun 7,78 persen jadi Rp192,87 miliar dari Rp209,15 miliar per akhir 2025. Penurunan itu ada sumbangsih dari kas dan setara kas yang anjlok 66,33 persen jadi Rp24,21 miliar dari Rp71,90 miliar. Liabilitas justru naik 9,97 persen jadi Rp230,49 miliar dari Rp209,59 miliar.

Di saat yang sama, ekuitas CASH berbalik jadi negatif. Sehingga defisiensi modal naik dari Rp449,52 juta di akhir 2025 jadi Rp37,61 miliar.

Pada perdagangan Jumat (28/8), saham CASH ditutup menguat 0,82 persen atau +2 poin ke level 246. Secara year to date CASH telah menguat 138,83 persen atau +143 poin. ***