Kinerja Tumbuh Signifikan, Laba Bersih SSMS Melonjak jadi Rp1 Triliun
:
0
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan. Dok.SSMS.
EmitenNews.comPT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang periode enam bulan pertama tahun 2026. Emiten produsen minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) itu, berhasil membukukan laba periode berjalan sebelum efek penyesuaian proforma sebesar Rp1,00 triliun, melonjak 41,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp707,85 miliar.
Dalam keterangannya Senin (31/8/2026), manajemen perseroan menyebutkan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim tidak diaudit per 30 Juni 2026, lonjakan laba bersih ini didorong oleh kenaikan signifikan pada pendapatan usaha serta peningkatan efisiensi operasional.
Pendapatan Melonjak 36,50 Persen
Selama periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, SSMS membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp9,65 triliun. Angka ini tumbuh 36,50% atau naik secara nominal sebesar Rp2,58 triliun dibandingkan posisi per Juni 2025 yang tercatat sebesar Rp7,07 triliun.
Secara kontribusi pendapatan, pihak ketiga menyumbang pendapatan terbesar Rp9,56 triliun (99,05% dari total pendapatan). Komoditas CPO menjadi penyumbang utama dengan nilai Rp5,32 triliun, disusul oleh Palm Olein sebesar Rp2,29 triliun, Minyak Inti Sawit (CPKO) sebesar Rp729,47 miliar, Palm Stearin sebesar Rp490,41 miliar, RBDPO sebesar Rp244,68 miliar, dan Minyak Goreng Kemasan sebesar Rp242,97 miliar.
Adapun pihak berelasi menyumbang Rp92,18 miliar, yang terdiri dari penjualan Asam Lemak Distilat sebesar Rp61,48 miliar dan Tandan Buah Segar (TBS) sebesar Rp30,70 miliar.
Untuk pelanggan utama, penjualan kepada Olam Global Agri Pte. Ltd. mencatatkan Rp3,89 triliun (kontribusi 40% dari total pendapatan) dan Eco Commodity Pte. Ltd. sebesar Rp2,45 triliun (25% dari total pendapatan).
Seiring dengan lonjakan volume dan pertumbuhan pendapatan, beban pokok penjualan perseroan meningkat 29,55% (Rp1,34 triliun) dari Rp4,54 triliun pada 6M25 menjadi Rp5,88 triliun pada 6M26.
Mampu Mencatat Pertumbuhan Laba Bruto Sangat Positif
Peningkatan beban pokok yang lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan pendapatan membuat perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan laba bruto yang sangat positif. Laba bruto tercatat Rp3,78 triliun pada Juni 2026, melonjak 48,94% atau bertambah Rp1,24 triliun dari posisi Juni 2025 sebesar Rp2,54 triliun.
Related News
Laba PTBA Terbang 217,61 Persen, Saham Berayun Kencang
Ari Widiatmoko Tinggalkan Posisi Direktur Trimuda Nuansa Citra (TNCA)
Emiten Depakan MSCI Dilego Asing Senin Sore Ini (31/8), CPIN Top Sell!
Laba Semester I 2026 Meroket 511%, Phapros (PEHA) Siapkan Manuver Baru
Pendapatan Nitrasanata Dharma (JECX) Naik jadi Rp459,38M, Laba Turun
PTPP Kantongi Kontrak Rp970 Miliar, Bangun Jalan di Sumatera Selatan





