Eskalasi Konflik Teluk Persia Katrol Harga Minyak Mentah Dunia
:
0
Harga minyak mentah global mengalami kenaikan hingga mendekati USD90 per barel pada Rabu (7/10).(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah global mengalami kenaikan hingga mendekati USD90 per barel pada Rabu (7/10). Pada saat yang sama, harga minyak mentah jenis Brent menguat ke kisaran USD101 per barel untuk memperpanjang tren kenaikan dari sesi perdagangan sebelumnya.
Penguatan harga minyak dunia tersebut dipicu oleh risiko gangguan aliran energi di wilayah Timur Tengah yang masih terus berlanjut. Kondisi ketegangan geopolitik tersebut menutupi sentimen penambahan pasokan minyak mentah dari kawasan Teluk.
Trading Economics melaporkan Iran meningkatkan frekuensi serangan terhadap kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir. Operasi Perdagangan Maritim Inggris mencatat sedikitnya ada sembilan insiden keamanan maritim di jalur perdagangan vital tersebut sepanjang bulan ini.
Di samping itu, eskalasi militer juga terjadi setelah koalisi pimpinan Arab Saudi berhasil mencegat serta menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke arah wilayah Khamis Mushait, Arab Saudi.
Meskipun mengalami penguatan pada perdagangan pertengahan pekan, secara kumulatif harga minyak mentah masih berada di level yang lebih rendah dibandingkan pekan lalu. Hal ini terjadi seiring munculnya tanda-tanda pemulihan arus distribusi energi dari kawasan Teluk Persia.
Sejumlah kapal tanker dilaporkan tetap melintasi Selat Hormuz di tengah tingginya risiko keamanan. Selain itu, pipa minyak Timur-Barat milik Arab Saudi juga telah memulihkan kapasitas pemompaan minyak mentah hingga mencapai 5,8 juta barel per hari.
Dari Amerika Serikat, data industri mencatat penurunan persediaan minyak mentah domestik sebesar 2,1 juta barel pada pekan lalu. Publikasi data resmi mengenai jumlah cadangan minyak mentah AS dijadwalkan rilis pada hari ini.
Fluktuasi harga energi global berpotensi memberikan tekanan terhadap beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) serta postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).(*)
Related News
Saham Chip Dorong S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru
IMF Warning Peran Hedge Fund yang Kian Besar
Nasdaq dan S&P 500 Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Perkuat Hilirisasi, Pertamisi Dorong Ekspor dan Kepastian Harga Silika
Dihantam Perang Tarif, Daya Saing Ekspor Baja Indonesia Terancam
Penerimaan Bea Cukai Capai 71,51 Persen, CPO Berperan Besar





