EmitenNews.com - Kabar baik bagi pecinta durian. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menggelar festival durian di Kabupaten Bangka Barat pada Juli 2026. Pemprov Babel ingin meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara, sehingga acara dirancang pas liburan sekolah. Ada durian cumasi, durian khas Babel, yang dihargai tinggi, sekitar Rp300 ribu per kilogram.

Pengunjung juga bisa menyicipi durian khas Bangka Belitung, khususnya dari wilayah Kabupaten Bangka Barat. Jenisnya, durian namlung, yang lebih dikenal sebagai durian cumasi. 

"Pada awal Juli tahun ini, kita akan menggelar festival durian di Desa Pelangas, Bangka Barat," kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Kepulauan Bangka Belitung, Wydia Kemala Sari, dilansir dari Antara, Sabtu (20/6/2026).  

Lewat acara ini, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung Belitung ingin meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara. Apalagi pelaksanaannya dilakukan selama masa libur sekolah 2026.  Pengunjung juga bisa menyicipi durian khas Bangka Belitung, khususnya dari wilayah Kabupaten Bangka Barat. Jenisnya adalah durian namlung, yang lebih dikenal sebagai durian cumasi.

Durian cumasi cukup populer, dengan rasa manisnya yang khas. Setiap ruas dalam durian cumasi hanya memiliki satu biji durian. Kualitasnya yang premium membuat harga durian cumasi cukup tinggi di pasaran, kisaran Rp 300.000 per kilogram. Bahkan, harga jual tersebut bisa melonjak lebih tinggi saat permintaan pasar meningkat tajam.  Tentu tak cuma durian cumasi, ada pula durian khas lain yang bernama durian tembaga. Buah durian ini memiliki cita rasa manis yang pekat. Sesuai namanya, buah ini mempunyai daging dengan tekstur lembut seperti mentega. 

Wydia menyampaikan, dampak positif festival ini tidak hanya untuk sektor pariwisata, tapi juga warga setempat. Perputaran uang dari acara dapat meningkatkan perekonomian masyarakat secara langsung, khususnya para petani durian lokal. 

Bagusnya, selain bisa makan durian sampai puas, pengunjung juga bisa menyambangi tempat wisata di sekitarnya. Misalnya tempat wisata kuliner, wisata alam, dan wisata budaya. 

"Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati cita rasa durian khas daerah ini, tetapi juga bisa berwisata alam, sejarah, budaya dan kuliner di Pulau Bangka yang tidak kalah indahnya dibandingkan daerah lainnya," tutur Wydia Kemala Sari. ***