EmitenNews.com - Yayasan Astra kembali berpartisipasi dalam rangkaian Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Itu ditunjukkan dengan menghadirkan showcase pengembangan UMKM/IKM, dan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai wujud komitmen memperkuat ekosistem industri otomotif nasional. Berbagai inisiatif itu, diperkenalkan kepada media dalam konferensi pers di Booth Yayasan Astra, di Selasar Convention Hall, Hall Nusantara, ICE BSD, Tangerang, Banten.

Mengusung tema “Yayasan Astra Dukung Ekosistem Industri Otomotif”, acara ini menghadirkan sinergi dua lembaga di bawah Yayasan Astra, yaitu Yayasan Astra-Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra - YDBA) dan ASTRAtech, untuk berbagi cerita mengenai komitmen jangka panjang dalam memperkuat ekosistem industri otomotif nasional, baik dari sisi pembinaan UMKM/IKM maupun pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Turut hadir sebagai narasumber dalam sesi sharing dan tanya jawab bersama media Ketua Pengurus Yayasan Astra-YDBA Rahmat Samulo, Direktur ASTRAtech Henri Paul, Pemilik PT Arkha Industries, UMKM Manufaktur Binaan Yayasan Astra-YDBA Mad Ali Haris, dan alumni Program Astra Meister ASTRAtech kini menjabat sebagai Workshop Supervisor Astra International – BMW Sales Operation, Wisnu Prasetyo.

Dukungan Pemerintah Perkuat Komitmen Pengembangan Ekosistem Industri Otomotif

Booth Yayasan Astra turut menerima kunjungan Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita dalam rangkaian GIIAS 2026. Pada kesempatan itu, Purbaya, dan Agus meninjau secara langsung berbagai program yang ditampilkan Yayasan Astra melalui Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra – YDBA), dan ASTRAtech. Mulai hasil pembinaan UMKM/IKM manufaktur hingga pengembangan SDM unggul untuk industri otomotif.

Kunjungan itu, menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap kolaborasi antara dunia industri, pendidikan vokasi, dan pemerintah dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional. Melalui pembinaan UMKM/IKM yerkelanjutan, dan pengembangan talenta vokasi berstandar industri, Yayasan Astra terus berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata dalam membangun rantai pasok industri lebih kuat, dan menyiapkan SDM unggul siap menjawab kebutuhan industri masa depan.

UMKM Binaan Naik Kelas, Arkha Industries Indonesia Buktikan Dampak Pembinaan YDBA

Arkha Industries Indonesia (Arkha), UMKM manufaktur otomotif dengan kompetensi utama pada proses painting plastik dan logam, menjadi UMKM binaan Yayasan Astra – YDBA sejak 2022. Melalui pendampingan dengan fokus pada peningkatan aspek Quality, Cost, and Delivery (QCD), perusahaan berhasil bertransformasi hingga meraih penghargaan UMKM Mandiri Terbaik 2024, dan menjadi pemasok tier 1 PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) setelah melalui proses audit kapasitas produksi, standar mutu, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Produk hasil kompetensi painting Arkha turut ditampilkan di Booth Yayasan Astra selama penyelenggaraan GIIAS 2026. “Sejak pembinaan Yayasan Astra – YDBA, perjalanan bisnis kami benar-benar berubah drastis. Kami dibimbing langsung membenahi fondasi usaha, khususnya disiplin QCD. Mulai menjaga kualitas painting agar zero defect, efisiensi biaya, hingga pengiriman tepat waktu. Menjadi tier 1 ASKI adalah pencapaian strategis. Itu membuktikan UMKM lokal mampu, dan bersaing di rantai pasok industri otomotif nasional, asal mau berbenah, dan mengikuti standar industri tinggi,” tegas  pemilik PT Arkha Industries Indonesia, Mad Ali Haris.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Astra - Yayasan Dharma Bhakti Astra, Rahmat Samulo. Ia mengatakan m,elalui Yayasan Astra - Yayasan Dharma Bhakti Astra, Astra terus mendampingi UMKM agar mampu naik kelas. Kisah PT Arkha Industries Indonesia menjadi bukti nyata komitmen ini. Berdiri sejak 2014 dengan omzet di bawah Rp2 miliar per tahun dengan puluhan karyawan, PT Arkha masih tergolong usaha Mikro.