Fitch Ratings Revisi Outlook Anak Usaha PGAS dari Negatif Jadi Stabil
:
0
EmitenNews.com -Fitch Ratings telah merevisi Outlook PT Saka Energi Indonesia menjadi Stabil dari Negatif dan mengafirmasi Peringkat Jangka Panjang Issuer Default Rating di 'B+'. Agensi juga telah mengafirmasi obligasi dolar AS tanpa jaminan senior Saka di 'B+' dengan Peringkat Pemulihan 'RR4'.
Merujuk keterangan yang di terbitkan oleh Fitch Ratings dan di kutip pada Sabtu (3/6/2023), revisi outlook mencerminkan profil bisnis Saka yang lebih baik karena cadangannya meningkat pada tahun 2022 melebihi ekspektasi kami sebelumnya. Umur cadangan terbukti Saka naik menjadi 6,2 tahun pada akhir 2022 dari 4,8 tahun pada 2021. Fitch yakin risiko penurunan profil operasi Saka dalam jangka pendek hingga menengah telah dikurangi dengan cadangan yang memadai. Kami mengharapkan induk PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN, BBB-/Stabil) atau PGAS untuk membantu Saka melunasi atau membiayai kembali uang kertas dolar AS yang jatuh tempo pada tahun 2024.
Peringkat Saka mendapat manfaat dari peningkatan dua notch dari Standalone Credit Profile (SCP) di 'b-', berdasarkan penilaian kami terhadap insentif 'Sedang' PGN untuk memberikan dukungan, sejalan dengan Kriteria Peringkat Hubungan Induk dan Anak Perusahaan kami. SCP 'b-' mencerminkan kendala ukuran kecil operasinya.
Skala Kecil Meskipun Ada Perbaikan: Profil operasi Saka telah meningkat dengan cadangan terbukti lebih tinggi sebesar 75,6 juta barel setara minyak (mmboe) per Desember 2022 (2021: 50,6mmboe) dan cadangan terbukti dan terduga sebesar 114mmboe (2021: 87,2mmboe). Saka menambahkan 37,2mmboe ke cadangan terbuktinya terhadap produksi 12,2mmboe selama 2022 (produksi 2021: 10,6mmboe).
Namun, cadangan dan produksi masih berada di ujung bawah rekan-rekan berperingkat 'B'. Kami memperkirakan usia cadangan terbukti tetap pada 6,2 tahun pada akhir 2022, berdasarkan volume produksi 12,2 mmboe pada tahun 2022. Kami memperkirakan produksi akan berkisar antara 11 mmboe dan 13 mmboe per tahun selama tiga tahun ke depan. Dengan tidak adanya pertumbuhan anorganik, Saka kemungkinan akan menghadapi tantangan dalam mempertahankan profil cadangannya secara berkelanjutan dalam jangka menengah.
Related News
Sideways, IHSG Sesi I Jumat (8/5) Drop Tipis 0,08 Persen di 7.168
Kuasai 73 Persen Produksi Nikel Dunia, RI - Filipina Buka Kolaborasi
Tekan Impor, Beka Wire Rogoh Rp300M Untuk Produksi Kawat
IHSG Volatil! Bursa Akhir Pekan Dibuka Melemah 0,13 Persen di 7.165
Eskalasi Selat Hormuz Tekan Laju IHSG
IHSG Potensi Menguat, Koleksi Saham BBTN, SCMA, MYOR, EXCL, dan MAPI





