Fitch Turunkan Peringkat Angkasa Pura I menjadi 'AA-(idn)', Ini Sebabnya
:
0
bandar udara internasional Yogyakarta yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I. Foto/Istimewa
EmitenNews.com—Fitch Rating Indonesia telah menurunkan Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I) menjadi 'AA-(idn)' dari ' AA(id)'. Outlooknya Stabil.
Peringkat Nasional 'AA-(idn)' menunjukkan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan dengan emiten atau obligasi lain di negara atau serikat moneter yang sama. Risiko default yang melekat hanya sedikit berbeda dari emiten atau obligasi dengan peringkat tertinggi di negara tersebut.
Penurunan peringkat mencerminkan revisi turun dalam Profil Kredit Standalone (SCP) AP I menjadi 'a(idn)' dari 'a+(idn)' dan penilaian ulang selanjutnya berdasarkan Kriteria Peringkat Entitas Terkait Pemerintah kami.
Penilaian SCP mencerminkan penurunan profil keuangan AP I dengan estimasi leverage rata-rata tiga tahun (2023-2025) sebesar 13,0x berdasarkan kasus pemeringkatan Fitch. Profil keuangan yang lebih lemah disebabkan oleh pemulihan lalu lintas penumpang bandara yang lebih lambat dari ekspektasi kami, yang telah memberikan tekanan pada posisi likuiditas jangka pendek AP I.
Fitch menganggap status, kepemilikan, dan kontrol AP I oleh penguasa sebagai 'Kuat'. Negara sepenuhnya memiliki perusahaan dan mengangkat komisaris dan dewannya. Ini juga mengontrol rencana investasi dan keputusan belanja modal perusahaan. Kami juga menilai catatan dukungan negara sebagai 'Kuat', karena kami berharap perusahaan menerima dukungan pemerintah, jika diperlukan, karena perannya yang penting dalam pembangunan ekonomi negara. Pemerintah telah melonggarkan persyaratan distribusi dividen dan AP I dapat meningkatkan obligasi yang lebih besar untuk membiayai kembali obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2021.
Related News
Rupiah Pagi ini Menguat Usai Fed Tahan Suku Bunga
Emas Antam Ikut Naik Rp15 Ribu Usai Fed Tahan Suku Bunga
Keputusan Fed Tahan Dolar di Bawah 101, Ruang Napas Buat Rupiah
Fed Tahan Bunga, Harga Emas dan Perak Lanjut Menguat
Imbal Hasil Treasury AS Naik ke 4,66 Persen Usai Sinyal The Fed
Konflik AS-Iran Memanas, Pasokan Minyak Dunia Terancam





