EmitenNews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencaplok 9 juta saham Danareksa Investment Management (DIM) senilai Rp360 miliar. Saham setara 35 persen itu dibeli dari Danareksa.
Menyusul transaksi itu, komposisi pemegang saham DIM akan berubah. Porsi BRI menjadi 65 persen atau 19,5 juta lembar dari saat ini 30 persen alias 10,5 juta lembar. Lalu, kepemilikan Danareksa akan terkikis menjadi 30 persen dari skema lamas dengan porsi sebesar 65 persen.
Penyertaan pada lembaga keuangan non-bank merupakan bagian dari strategi pertumbuhan non-organik yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis periode 2022-2024. Itu juga untuk mencapai visi menjadi The Most Valuable Bank di Asia Tenggara dan Champion of Financial Inclusion.
Di mana, BRI berencana menjadi perusahaan jasa keuangan terintegrasi. Salah satu upaya dengan optimalisasi jasa manajemen investasi pada ekosistem perseroan melalui DIM. Industri manajer investasi di Indonesia diproyeksi akan terus tumbuh selama 5 tahun ke depan.
Selain itu, tingkat pertumbuhan asset under management (AUM) DIM lebih tinggi dibanding pertumbuhan pasar. Ke depan, pengembangan DIM akan lebih fokus pada segmen ritel. Itu dilakukan dengan menyediakan solusi jasa keuangan lengkap bagi nasabah BRI Group. (*)
Related News

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun