Forum WTO-Uni Eropa 20, Indonesia Dorong Solusi Logistik Internasional
Menteri Perdagangan Budi Santoso. Dok. Metro TV.
EmitenNews.com - Pemerintah Indonesia mendorong solusi logistik perdagangan internasional dalam forum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dengan Uni Eropa, pada 26-29 Maret 2026 di Yaoundé, Kamerun, di tengah dinamika geopolitik global. Isu logistik menjadi perhatian utama dalam pertemuan delegasi Indonesia dengan perwakilan Uni Eropa di sela forum WTO.
Kepada pers, di Jakarta, Jumat (27/3/2026), Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, Indonesia ingin memastikan hambatan distribusi tidak mengganggu arus ekspor-impor ketika kerja sama perdagangan kedua pihak mulai berjalan penuh.
"Saya minta ke delegasi kita bertemu dengan tim Uni Eropa untuk membahas nanti implementasi Uni Eropa-nya seperti apa dengan kondisi sekarang, salah satunya sebenarnya yang dibahas adalah terkait logistik," ujarnya.
Pembahasan tersebut dilakukan untuk mempersiapkan implementasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA), khususnya terkait efisiensi rantai pasok dan pengiriman barang lintas kawasan.
Ketegangan geopolitik Timur Tengah dan kenaikan biaya energi telah memicu perubahan jalur pelayaran internasional serta meningkatkan ongkos transportasi. Kondisi itu, dinilai berpotensi menjadi tantangan serius bagi perdagangan internasional jika tidak diantisipasi sejak awal.
Pemerintah tidak ingin implementasi I-EU CEPA justru menghadapi kendala teknis di lapangan akibat persoalan logistik.
"Kita akan mencari solusi logistik yang paling efisien ketika terjadi ekspor-impor ke negara Uni Eropa, jangan sampai nanti ketika implementasi I-EU CEPA, itu menjadi terhambat," kata Budi Santoso.
Selain memperkuat koordinasi internasional, pemerintah juga menilai momentum ketidakpastian global sebagai peluang untuk memperbaiki sistem logistik nasional.
Pembenahan regulasi, efisiensi pelabuhan, serta penyederhanaan proses ekspor menjadi fokus utama agar daya saing produk Indonesia meningkat di pasar Eropa.
Dengan kesiapan logistik dan kerja sama perdagangan yang lebih terintegrasi,
Pemerintah optimistis, ekspor Indonesia ke Uni Eropa dapat tumbuh lebih kuat sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha nasional.
Indonesia siap memperjuangkan kepentingan nasional dan reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melalui partisipasi pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Ke-14 WTO yang digelar pada 26-29 Maret 2026 di Yaoundé, Kamerun. ***
Related News
Pemprov Sumut Tawari Perusahaan Jepang Berinvestasi di KEK Sei Mangkei
Menkeu Purbaya Ungkap Coretax Salah Desain, Dirjen Pajak Jelaskan Ini
Pascalebaran, Pinang Flexi Bank Raya Tawarkan Solusi Keuangan Praktis
Harga Avtur Naik, Pemerintah Kaji Penyesuaian Tarif Penerbangan
Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Tetap Terjaga
Kurs Yuan Melemah 85 Poin Terhadap Dolar AS





