Free Float Barito Renewables (BREN) Kembali Bertambah
Manajemen BREN ketika mencatatkan sahamnya di BEI
EmitenNews.com - Free float Barito Renewables (BREN) kembali bertambah, kali ini dengan penjualan saham yang dilakukan oleh Green Era Pte Ltd pada 15 September 2025 lalu sebesar 39.600.000 lembar saham atau sebesar 0,02960% dari total saham yang dikeluarkan oleh perusahaan, pada harga rata-rata per lembar saham Rp 8.300,-.
Merujuk pada Keterbukaan Informasi perusahaan pada 22 September 2025, Merly, Direktur Barito Renewables mengatakan bahwa tujuan penjualan saham oleh Green Era ini adalah untuk menambah free float dan likuiditas saham yang beredar di pasar.
Sebelumnya, Green Era juga melakukan penjualan saham, yang dilakukan dalam tiga tahap pada 3, 8, dan 9 September 2025 dengan total mencapai 78,67 juta lembar saham. Pada saat itu, Green Era, perusahaan yang masih terafiliasi dengan Barito Pacific, menjual 38,65 juta saham di harga Rp8.500 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp328,52 miliar.
Penjualan berikutnya adalah sebesar 39,23 juta saham pada 8 September di harga Rp8.350 per saham senilai Rp327,6 miliar. Lalu pada 9 September, dilepas lagi 9,79 juta saham di harga Rp8.350 per saham dengan nilai Rp81,75 miliar.
Berdasarkan data pemegang saham perusahaan akhir 31 Agustus 2025 lalu yang dapat diakses di situs perusahaan, perusahaan juga mencatatkan jumlah pemegang saham di bawah 5% kini adalah sebesar 13.15%.
Dengan peningkatan free float ini maka likuiditas perusahaan akan semakin meningkat, hal ini dapat menjadi sinyal positif bagi likuiditas saham BREN di bursa dan akan mendukung penguatan IHSG. (***)
Related News
Laba Naik, Pendapatan 2025 Emiten Alkes (OMED) Tembus Rp2,06 Triliun
Investasi Perdana, Bos BRMS Timbun 1,35 Juta Saham Senilai Rp1,03M
MedcoEnergi Pastikan Bayar Obligasi Rp150 Miliar, Dana Sudah Disiapkan
Garuda Indonesia (GIAA) Masih Catat Rugi di Sepanjang 2025
Ditopang Grup AMRT Cs, Laba BLOG Melaju 29,1 Persen Meski EPS Tergerus
Melonjak 36 Persen, Laba Grup Djarum (SUPR) Sentuh Rp1,32 Triliun





