Gaikindonya China Desak Pemerintah Tetapkan Standar EV Murah
:
0
Sebuah BYD Atto 1 dipamerkan di Jakarta beberapa waktu lalu. Foto: Emitennews/Firkah Fansuri
EmitenNews.com - Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok (CPCA) atau Gaikindo-nya China menyerukan standar terpadu untuk kendaraan listrik (EV) murah. Langkah ini dinilai penting untuk menghidupkan kembali pasar mobil domestik yang lesu dan memenuhi kebutuhan populasi lansia yang terus bertambah di negara tersebut.
Menyusutnya segmen kendaraan kelas bawah telah menjadi hambatan utama yang membatasi pemulihan industri otomotif Tiongkok, karena produk EV yang ada terlalu mahal atau kurang memenuhi standar, kata Cui Dongshu, sekretaris jenderal CPCA sebagaimana dikutip CnEVpost.com, Rabu (6/5/2026).
Realitas ini menyulitkan model-model saat ini untuk memenuhi kebutuhan perjalanan harian masyarakat umum, terutama para lansia dan pasar yang kurang berkembang seperti kabupaten dan kota kecil. Oleh karena itu, penetapan standar untuk EV yang terjangkau sangat mendesak, katanya.
Penjualan Tertekan
Usulan ini muncul ketika penjualan mobil penumpang Tiongkok menghadapi tekanan yang terus-menerus. Perkiraan awal CPCA menunjukkan penjualan ritel kendaraan energi baru (NEV) Tiongkok diperkirakan mencapai sekitar 860.000 unit pada bulan April, yang menunjukkan sedikit peningkatan dari sekitar 850.000 unit pada bulan sebelumnya, tetapi lebih rendah dari 905.000 unit yang tercatat setahun sebelumnya.
Meskipun tingkat penetrasi pasar kendaraan listrik (NEV) diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi 60 persen untuk pertama kalinya pada bulan April, permintaan otomotif secara keseluruhan masih lemah.
China harus mengambil pelajaran dari pengalaman matang pasar luar negeri, kata Cui dalam sebuah unggahan WeChat hari ini. Ia secara khusus menyebutkan standar mobil listrik yang baru-baru ini dikembangkan oleh Uni Eropa dan ekosistem mobil K-Car yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun di Jepang.
Kedua contoh luar negeri ini memberikan cetak biru bagi China untuk merumuskan standar dengan menyeimbangkan fitur rendah karbon, konfigurasi keselamatan dasar, dan biaya produksi, kata Cui.
Pejabat CPCA tersebut berpendapat bahwa China harus memperjelas metrik inti untuk EV murah, seperti ukuran bodi, daya motor, dan jarak tempuh.
Tembus Pasar Luar Negeri
Related News
Dari Kisah Alwa hingga Data Berbicara, Investor Muda Kuasai Reksa Dana
Ini yang Terjadi Pengemudi Gunakan Autopilot di Tol Tertidur
BYD Jadi Raja Baru di Inggris, Tesla dan Mobil Eropa KO
Gagal Total di EV Rugi Rp278 T, Honda Tunda Model Baru HR-V, Accord
Media China Nobatkan Indonesia jadi Negara Tujuan Wisata Utama
Perusahaan AC Mobil Langganan Toyota Buat SPKLU Nirkabel EV





