Gandeng BUMD Jabar, Perusahaan Gas Negara (PGAS) Garap Pemanfaatan Gas Bumi
:
0
EmitenNews.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN resmi menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Migas Hulu Jabar (Perseroda) (MUJ) milik Daerah Provinsi Jawa Barat yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi mengenai pemanfaatan gas bumi untuk kawasan perumahan, komersial, dan industri.
Kerja sama ini dibukukan dalam penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian (Heads of Agreement) oleh Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz dan Direktur Utama MUJ Begin Troys.
Sinergi ini meliputi perencanaan, pembangunan, pengelolaan, dan pengembangan bersama atas penyediaan infrastruktur gas bumi beserta turunannya, seperti CNG dan LNG untuk kebutuhan gas bumi di perumahan, komersial, dan industri di wilayah Jawa Barat.
"Pengembangan pemanfaatan gas bumi juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan investasi dan pendapatan daerah Jawa Barat," kata Faris dalam keterangan resmi, Minggu, (24/10/2021).
PGN dan MUJ bekerja sama untuk dapat membantu dalam memperluas distribusi gas bumi sehingga pelanggan akan bertambah di wilayah lain melalui integrasi infrastruktur milik PGN dengan MUJ.
Selain itu, juga akan melakukan pengembangan bersama atas penyediaan pembangkit listrik berbahan bakar gas bumi serta konversi kendaraan operasional di Jawa Barat menjadi berbahan bakar gas (BBG).
Fariz mengatakan, Jawa Barat merupakan salah satu kontributor niaga gas paling besar bagi PGN, serta terdapat jaringan distribusi gas bumi yang terhubung dengan jaringan transmisi Sumatra Selatan.
Pelanggan PGN di Jawa Barat berada di wilayah Depok, Bogor, Bekasi, Karawang, dan Cirebon. Total jumlah pelanggan PGN di Jawa Barat sekitar 78.536 pelanggan dengan volume penggunaan gas di antara 246 billion british thermal unit per day (BBTUD).
Karena itu, penting bagi PGN untuk mengoptimalkan aset yang ada dan mengembangkan pemanfaatannya agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaat gas bumi.
Related News
Market Mid-Upper Stabil Belanja, Pendapatan Erajaya Naik 17,35 Persen
TLKM-PGN Garap Green Data Center, Cikarang hingga Surabaya Masuk Radar
Aksi Divestasi Rp17,9 M di KETR, Gema Lintas Benua Lepas 44 Juta Saham
Jadwal Produksi Pabrik Baru ARNA Mundur, Ini Penyebabnya
Prima Andalan (MCOL) Bentuk Anak Usaha, Gelontorkan Modal Rp18,7 M
Induk KOTA Investasi Saham Perdana Rp200M di Emiten Grup Bakrie (MDIA)





