Gandeng PII, Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Bertekad Ciptakan Value Creation Baru

EmitenNews.com -PT Indonesia kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dan PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) menandatangani Nota Kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) terkait upaya bersama untuk menciptakan value creation dari masing-masing perseroan.
Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi menjelaskan MoU tersebut dimaksudkan untuk membangun kemitraan dan sinergi usaha antar IPCC dan PII dengan prinsip saling menguntungkan dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing perusahaan. Melalui kerjasama ini akan membuka peluang kerjasama strategis untuk pengembangan bisnis dan supporting kegiatan IPCC.
"Kami menyambut baik dan apresiasi kepada PII untuk dapat signing MoU dengan kami sehingga dapat mensupport aktivitas IPCC dalam mengenalkan bisnis kepelabuhanan, terutama bongkar muat kendaraan kepada investor, media, analis sekuritas maupun asset manajemen dan masyarakat umum," ujar Sugeng dalam keterangannya, Selasa (29/8).
Sugeng menambahkan bahwa PII dapat menjadi partner IPCC dalam pendampingan pengelolaan penyebaran informasi tepat guna kepada masyarakat, terutama kepada komunitas investor maupun para analis di pasar modal.
"Dengan begitu IPCC akan lebih dikenal dan dipahami kegiatan usahanya sekaligus kinerja fundamentalnya yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja sahamnya". lanjut Sugeng Mulyadi.
Sementara itu Ikhwanoel, Direktur PT PII menilai bahwa sebagai perusahaan investasi di sektor kepelabuhan, IPCC melihat potensi kinerja IPCC yang sangat baik dimana sahamnya dapat dipertimbangkan masuk dalam portofolio pengelolaan para Manajer Investasi (MI). Melalui kerjasama MoU ini maka PII dapat menjadi penghubung antara IPCC dengan para pihak tersebut sehingga tercipta ekosistem investasi yang saling menguntungkan.
"Kami sangat berterima kasih kepada IPCC atas penandatangan MoU pada hari ini yang menandakan dibukanya lembaran baru Kerjasama based on legal understanding yang saling mengikat keduanya. Ini menjadi komitmen bagi keduanya untuk dapat meningkatkan value creation dari masing-masing pihak," ucapnya.
Related News

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen