Ganti Dirut, SBI (SMCB) Gulirkan Dividen Rp268,3 Miliar

Pengurus SBI berfose bareng di sela-sela pelaksanaan RUPS Tahunan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Solusi Bangun Indonesia alias SBI (SMCB) memutuskan membagi dividen Rp268,3 miliar. Alokasi dividen itu, sekitar 30 persen dari laba bersih tahun buku 2023 senilai Rp894,6 miliar. Jadi, para investor akan mendapat ganjaran dividen Rp29,74 per lembar.
”Meski menghadapi tantangan pasar akibat geopolitik dan inflasi 2023, perseroan sukses mempertahankan kinerja positif melalui upaya efisiensi, inovasi, penguatan sinergi bersama SIG sebagai induk usaha, dan Taiheiyo Cement Corporation mitra strategis kami,” tutur Soni Asrul Sani Direktur Solusi Bangun Indonesia.
Selain dividen, rapat juga menyetujui untuk memberhentikan dengan hormat Lilik Unggul Raharjo dari jabatan direktur utama, Prijo Sambodo dari jabatan komisaris utama dan komisaris independen, dan Yoshifumi Taura dari jabatan komisaris perseroan. Dan, mengangkat Asri Mukhtar sebagai direktur utama, Prijo Sambodo sebagai komisaris utama dan komisaris independen, Yohanes Surya sebagai komisaris independen, dan Shinji Fukami sebagai komisaris.
Sehingga, susunan pengurus baru perseroan sebagai berikut. Dewan komisaris terdiri dari Prijo Sambodo Komisaris Utama dan komisaris Independen. Yohanes Surya Komisaris Independen, Herudi Kandau Nugroho Komisaris, dan Shinji Fukami sebagai komisaris. Direksi perseroan meliputi Asri Mukthar Direktur Utama, Soni Asrul Sani Direktur, Ony Suprihartono Direktur, dan Yasuhide Abe Direktur.
Di sisi lain, kuartal pertama 2024, kinerja industri semen menghadapi tantangan berat. Mencakup persaingan ketat pasar semen domestik, faktor cuaca tidak menentu, permintaan pasar ritel melambat, realisasi proyek-proyek infrastruktur tertunda akibat situasi pemilihan umum, banyak hari libur, dan perubahan prioritas belanja masyarakat.
Namun demikian, momentum pemulihan dari realisasi proyek-proyek konstruksi pemerintah untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) termasuk IKN berpotensi menyerap kebutuhan semen diharap menjadi dorongan bagi pertumbuhan industri bahan bangunan tahun ini.
Mengawali kuartal kedua 2024, SBI telah memulai kerja sama dengan Dinas Bina Marga Daerah Khusus Jakarta untuk beberapa proyek pekerjaan perbaikan ruas jalan utama menggunakan beton rapid setting SpeedCrete, dan pembangunan trotoar Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta.
Selain itu, SBI juga tengah mempercepat penyelesaian proyek pengembangan dermaga, dan fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur, guna memenuhi permintaan ekspor semen tipe khusus hingga 1 juta ton per tahun melalui kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC).
Pada aspek keberlanjutan, SBI memperkuat komitmen melalui inovasi, digitalisasi, penggunaan bahan bakar, bahan baku alternatif, dan sinergi dengan SIG. Itu terefleksi dari perluasan kerja sama pengelolaan sampah dengan berbagai daerah, termasuk tahap MoU dengan Pemprov Aceh, Kabupaten Temanggung, Magelang, Bantul, Wonosobo, Kota Yogyakarta, dan melanjutkan kerja sama dengan Kabupaten Cilacap, Banyumas, DKI Jakarta, Sleman, dan pengelola sampah di Bali.
Kerja sama itu, mendukung SBI meningkatkan pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif untuk mencapai target penurunan emisi karbon telah ditetapkan perusahaan, serta kontribusi SBI dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui ekonomi sirkular seperti penggunaan limbah industri dan biomassa sebagai bahan bakar alternatif.
“Langkah itu, tidak hanya menegaskan komitmen kami terhadap Sustainability Road Map 2030 telah ditetapkan perusahaan, tetapi juga merupakan tindakan nyata dalam mendukung target Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada 2050,” tegas Soni. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG