Garuda (GIAA) Minta Restu Private Placement Rp30,6T, Ini Tujuannya
Salah satu pesawat milik GIAA.
EmitenNews.com - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengumumkan rencana pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement kepada Danantara Indonesia Management (DAM) dalam rangka restrukturisasi keuangan dan penyehatan struktur permodalan perseroan.
Dalam prospektus yang diterbitkan Senin malam (6/10) disebutkan, aksi korporasi ini akan dilakukan melalui dua skema, yakni setoran modal tunai dan konversi pinjaman pemegang saham menjadi saham baru.
Nilai keseluruhan transaksi PMTHMETD ini mencapai sekitar USD1,846 miliar atau sekitar Rp30,6 triliun yang terdiri dari setoran tunai sebanyak-banyaknya USD1,441 miliar dan konversi pinjaman pemegang saham sebesar USD405 juta.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto, dalam keterangannya menjelaskan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari restrukturisasi penyelamatan yang telah dilakukan pada tahun 2022, yang berhasil menurunkan nilai utang serta memperbaiki ekuitas perusahaan.
“Namun, meskipun restrukturisasi telah berjalan, Perseroan masih menghadapi sejumlah tantangan seperti belum terealisasinya rights issue tahap II, ekuitas yang belum positif, serta meningkatnya biaya perawatan pesawat,” jelasnya.
Tujuan dan Penggunaan Dana
Manajemen Garuda Indonesia menyebutkan bahwa pelaksanaan PMTHMETD bertujuan untuk:
Memperbaiki nilai ekuitas perseroan secara konsolidasi.
Meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur permodalan.
Mengurangi liabilitas dan memperkuat keberlanjutan usaha Garuda dan entitas anak di masa depan.
Dana hasil PMTHMETD, setelah dikurangi biaya transaksi, akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan strategis, antara lain:
29% untuk pembiayaan modal kerja dan operasional Garuda, termasuk perawatan pesawat.
37% untuk peningkatan modal pada anak usaha Citilink guna mendukung kebutuhan operasional.
22% untuk ekspansi armada Garuda dan Citilink.
12% untuk pelunasan utang bahan bakar Citilink kepada Pertamina periode 2019–2021.
DAM merupakan pemegang saham utama Garuda Indonesia sekaligus kreditur yang memberikan pinjaman USD405 juta kepada Garuda dan Citilink, yang akan dikonversi menjadi saham baru. Pinjaman tersebut telah dicairkan dalam empat tahap sepanjang Juli–September 2025 dengan total setara Rp6,65 triliun (kurs Rp16.421 per USD).
Manajemen menjelaskan bahwa pelibatan DAM dalam aksi PMTHMETD didasari komitmen jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan usaha dan memperkuat struktur keuangan Garuda Indonesia.
Related News
Akhiri 2025, Laba dan Penjualan SMSM Moncer
Kebut Right Issue 996,67 Juta Helai, Saham CASH Terjun Bebas
Laba Meroket 304 Persen, BUKA Akumulasi Rugi Rp7,11 Triliun
Siapkan Dana Rp2 Triliun, ASII Gelar Buyback Saham Mulai Besok
Perkuat Aset, CBRE Resmi Kantongi Kapal Lifting Vessel Hai Long 106
Emiten Kapal (CANI) Ungkap Pengunduran Diri Komisaris Lagi, Ada Apa?





