Garuda (GIAA) Minta Restu Private Placement Rp30,6T, Ini Tujuannya
Salah satu pesawat milik GIAA.
“Partisipasi DAM memberikan kepastian pendanaan bagi Perseroan, sekaligus menunjukkan dukungan terhadap kelangsungan operasional dan restrukturisasi,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Dampak ke Laporan Keuangan dan Pemegang Saham
Aksi PMTHMETD ini akan berdampak signifikan terhadap struktur keuangan Garuda Indonesia. Kas dan setara kas diperkirakan meningkat setidaknya USD1,44 miliar, sehingga rasio lancar (current ratio) membaik dari 0,44x menjadi 1,53x.
Modal disetor akan naik sekitar 87%, sedangkan rasio kewajiban terhadap modal diproyeksikan meningkat menjadi 21,74, dari posisi negatif sebelumnya -5,25x.
Namun, aksi ini juga akan berdampak terhadap struktur kepemilikan saham. Setelah PMTHMETD terlaksana, kepemilikan publik diperkirakan terdilusi dari 27,46% menjadi sekitar 5,03%.
Harga pelaksanaan PMTHMETD ditetapkan berdasarkan laporan penilai independen KJPP Areyanto & Rekan sebesar Rp75 per saham, yang dinilai wajar dan dilakukan berdasarkan prinsip transaksi independen (arm’s length).
Manajemen menegaskan bahwa transaksi afiliasi ini tidak mengandung benturan kepentingan sesuai POJK No.42/2020, dan seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta keterbukaan informasi kepada publik.
Agenda RUPSLB dan Jadwal Pelaksanaan
Garuda Indonesia akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan 12 November 2025 di Tangerang.
Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 20 Oktober 2025 pukul 16.00 WIB.
Berikut jadwal penting terkait pelaksanaan RUPSLB:
Pengumuman RUPSLB: 6 Oktober 2025
Panggilan RUPSLB: 21 Oktober 2025
RUPSLB: 12 November 2025
Penyampaian Risalah RUPSLB: 12 Desember 2025
Saham GIAA pada perdagangan hari ini Selasa (7/10) stagnan di harga Rp80 per lembar saham.
GIAA dalam sebulan terakhir naik 19,4 persen dari Rp67 pada 8 September 2025. Dalam enam bulan melambung 116,2 persen dari harga di FCA Rp37 pada 8 April 2025. Secara tahunan naik 48,1 persen dari harga Rp54 pada 2 Januari 2025.
Related News
Tender Wajib Techno9 Minim Respons, Saham Terserap Cuma Segini
Chandra Asri Perkuat Efisiensi Lewat CASS
Emiten Layanan Kesehatan BMHS Bidik Pertumbuhan Double Digit Pada 2026
Kinerja BBCA 2025 Sesuai Ekspektasi, Prospek 2026 Lebih Kinclong!
Emiten Infrastruktur PBSA Optimistis Capai Target Laba Rp202 Miliar
Perkuat Ekosistem Digital, Surge (WIFI) Gandeng PT Pos Indonesia





