EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) telah melayani masyarakat Indonesia selama 76 tahun dengan fokus utama pembiayaan perumahan. Bahkan jauh sebelum istilah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dikenal, penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah sangat identik dengan BTN.

Kini diusia genap 76 tahun, BTN terus melakukan transformasi menjadi bank makin modern. Tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, BTN juga mengembangkan layanan berbasis gaya hidup (lifestyle) untuk memperkuat bisnis beyond mortgage. Salah satu wujud transformasi itu, kehadiran aplikasi Bale by BTN, dirancang untuk menunjang kebutuhan transaksi generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z.

Sejak meluncur pada 9 Februari 2025, jumlah pengguna Bale by BTN telah mencapai 3,7 juta akun. Peningkatan itu, ikut mendongkrak volume transaksi Bale by BTN melonjak 79,2 persen secara year on year (YoY) menjadi 2,2 miliar transaksi per 31 Desember 2025. Dengan nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun. Saldo pengguna Bale by BTN juga terus meningkat. 

Tercermin dari kontribusi Rp22,8 triliun terhadap dana pihak ketiga (DPK) BTN hingga akhir 2025. Tumbuh 15,3 persen YoY dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp19,7 triliun. BTN juga terus mengakselerasi digitalisasi melalui kehadiran BTN Digital Store di sejumlah kota besar. Seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang. Saat ini, 24 BTN Digital Store telah beroperasi di seluruh Indonesia. 

Kantor cabang digital itu, menggantikan fungsi teller dan customer service konvensional dengan sistem berbasis digital, dan kecerdasan buatan (AI). Nasabah dapat membuka rekening hanya dalam waktu 3–5 menit melalui pemindaian KTP terintegrasi dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan, BTN merupakan bank nasional dengan sejarah panjang, dan kontribusi strategis dalam pembangunan perumahan Indonesia. Bank yang berakar sejak 1897 sebagai Postpaarbank itu, terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Tonggak penting BTN dimulai pada 9 Februari 1950 saat resmi lahir kembali sebagai bank nasional. 

Peran strategis BTN makin menguat pada 1976 ketika menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pertama di Indonesia. “Sejak saat itu, BTN menjadi pilar utama pembiayaan perumahan rakyat, dan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan nasional,” tutur Nixon dalam perayaan dan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 BTN di Ballroom Menara 1 BTN, Jakarta, Senin (9/2).

Hingga kini, BTN telah menyalurkan KPR kepada sekitar 5,8 juta keluarga seluruh Indonesia. Capaian itu, menegaskan posisi BTN sebagai motor penggerak kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Nah, dari sisi kinerja, BTN mencatat pertumbuhan signifikan. Total aset menembus Rp527,8 triliun, tumbuh 12,4 persen YoY pada 2025. Capaian itu, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat sekaligus hasil transformasi secara konsisten. 

BTN juga terus mendorong transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan. Bale by BTN dirancang untuk memberi kemudahan akses perbankan lebih inklusif, dan terintegrasi. ”Transformasi digital menjadi kunci BTN tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Layanan makin mudah, cepat, dan dapat diakses semua lapisan, menuju visi Mitra Utama Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia,” urai Nixon.

Dari sisi keberlanjutan dan reputasi, BTN mencatat sejumlah prestasi. Antara lain, menjadi bank pertama Indonesia meraih MSCI ESG Rating AA. Selain itu, BTN menempati peringkat ke-6 Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di antara BUMN, dan menjadi yang terbaik di antara bank Himbara. Di bidang sumber daya manusia, BTN juga diakui sebagai tempat kerja unggulan dengan masuk Top 3 LinkedIn Top Companies, dan meraih penghargaan Best Company to Work For in Asia.