Genjot Value, TRIS Gelar Dua Aksi Korporasi
:
0
Suasana kerja di pabrik Trisula Group. FOTO - Dok Trisula
EmitenNews.com - Trisula Grup di bawah kendali Trisula International (TRIS), terus meningkatkan nilai pemegang saham melalui dua aksi korporasi. Pertama melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan total anggaran maksimal Rp15 miliar. Langkah itu, diambil sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar modal sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental Perseroan.
Pelaksanaan buyback akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai 6 Juli hingga 5 Oktober 2026. TRIS menarget jumlah saham akan dibeli kembali maksimal 3 persen dari modal ditempatkan dan disetor, atau setara 94 juta saham. Anggaran sebesar Rp15 miliar tersebut telah mencakup biaya perantara pedagang efek, dan biaya lain sehubungan dengan pelaksanaan buyback.
Manajemen TRIS menegaskan aksi korporasi itu, diperkirakan tidak akan memberi dampak terhadap penurunan pendapatan. Berdasar proforma keuangan per 31 Maret 2026, laba tahun berjalan tetap sebesar Rp17,23 miliar baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan buyback. Sementara itu, jumlah saham beredar diproyeksi berkurang dari 3.093.211.331 saham menjadi 2.999.211.331 saham, berpotensi meningkatkan laba per saham dari Rp5,57 menjadi Rp5,75.
“Kami meyakini prospek kinerja TRIS ke depan akan tetap positif. Sebagai pemain industri garmen dan tekstil terintegrasi, kami optimistis dengan strategi telah kami jalankan. Itu tercermin dari kinerja kuartal I-2026 mencatat pertumbuhan penjualan double digit, didominasi pasar ekspor tumbuh 17 persen secara tahunan di tengah berbagai dinamika global,” tutur Widjaya Djohan, Direktur Utama TRIS.
Langkah buyback itu, menjadi sinyal positif manajemen terhadap prospek ke depan. TRIS, sebagai pemain industri garmen dan tekstil terintegrasi, meyakini prospek kinerja perseroan akan tetap positif di tengah dinamika global. Keyakinan tersebut didukung oleh kinerja kuartal I-2026 yang mencatat pertumbuhan double digit.
Selain melakukan buyback, TRIS juga mengakuisisi 75 persen saham dari PT Lifestyle Pratama senilai Rp20 miliar. Aksi korporasi itu, terjadi melalui kompensasi pemotongan piutang (set off) dari PT Inti Nusa Damai, yang merupakan afiliasi dari TRIS. Transaksi itu, hanya 2,38 persen dari nilai ekuitas perseroan sehingga tidak terkategori sebagai transaksi material dan tidak memerlukan persetujuan RUPS.
Salah satu alasan dilakukannya akuisisi tersebut adalah sebagai bagian dari strategi diversifikasi. Langkah ini diproyeksikan akan memperkuat sinergi bisnis dan memperluas kapabilitas usaha, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan optimal bagi Perseroan dan para pemegang sahamnya.
Widjaya Djohan menambahkan, “Kami berharap untuk memperkuat strategi jangka panjang Perseroan melalui aksi korporasi buyback dan akuisisi ini. Selain memperkuat kinerja, kami juga percaya bahwa posisi TRIS di tanah air juga akan menjadi semakin kokoh.”
Patut dicatat bahwa pada kuartal I-2026 perseroan membukukan penjualan sebesar Rp455,33 miliar, tumbuh 13 persen secara tahunan (year-on-year) dari Rp402,34 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Penjualan ekspor mendominasi pendapatan TRIS dengan pertumbuhan 17 persen secara tahunan menjadi Rp276,24 miliar, sementara sisanya dari pasar domestik. (*)
Related News
PRDL ARA 5 Hari Beruntun, BEI Tetapkan Status Unusual Market Activity
ENRG Suntik Anak Usaha Rp1,09 Triliun, Tengok Realisasinya
Makin Parah! Defisit WSKT Paruh Pertama Tembus Rp22,13 Triliun
ASII Buru Izin Investor, Geber Program MSOP Segini
Berlabel HSC, HATM Sodorkan Private Placement 800 Juta Lembar
Aksi Sri Tahir Sebelum MPRO Sandang Jawara HSC





