EmitenNews.com - Kinerja PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) menunjukkan anomali menarik sepanjang 2025. Di tengah penurunan penjualan, perseroan justru mampu mencetak pertumbuhan laba bersih berkat efisiensi dan keuntungan selisih kurs.

Dalam laporan keuangan yang telah diaudit dikutip Minggu (5/4/2026), penjualan bersih GJTL tercatat sebesar Rp17,66 triliun, turun 2,00 persen secara year on year (yoy) dari Rp18,02 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, laba kotor juga menurun 8,27 persen yoy menjadi Rp3,55 triliun dari Rp3,87 triliun.

Namun, laba sebelum pajak justru meningkat 3,85 persen yoy menjadi Rp1,62 triliun dari Rp1,56 triliun. Kenaikan ini didorong oleh penurunan beban keuangan sebesar 33,72 persen yoy menjadi Rp453,79 miliar dari Rp684,63 miliar, serta berbaliknya kinerja selisih kurs menjadi keuntungan Rp96,03 miliar dari sebelumnya rugi Rp34,79 miliar.

Adapun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,24 triliun, naik 5,08 persen yoy dibandingkan Rp1,18 triliun pada tahun sebelumnya. Laba per saham dasar (EPS) juga meningkat menjadi Rp357 dari Rp341 atau naik 4,69 persen yoy.

Menengok neracanya, total aset GJTL meningkat 5,40 persen yoy menjadi Rp21,67 triliun dari Rp20,56 triliun. Liabilitas naik tipis 0,99 persen yoy menjadi Rp11,21 triliun dari Rp11,10 triliun, sementara ekuitas melonjak 10,58 persen yoy menjadi Rp10,45 triliun dari Rp9,45 triliun.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Kamis (2/4/2026) saham GJTL tercatat menguat 2,3 persen atau naik 25 poin di level Rp1.100.