Global Memburuk, IHSG Berpotensi Tertekan
Ilustrasi gambar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Kamis (1/8), naik 0,97 persen atau 70,22 poin, dan ditutup di level 7.325,98 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Wahyu Saputra, Equity Research Analyst dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, memperkirakan bahwa pada Jumat (2/8), IHSG bisa kembali melemah ke kisaran support 7.255–7.275 jika menunjukkan pergerakan bearish.
Namun, jika IHSG mampu bergerak bullish, ada peluang untuk menembus resistance di level 7.374–7.396. Arah IHSG pada sesi perdagangan Jumat (2/8) akan dipengaruhi keputusan Bank of England yang menurunkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5 persen pada Kamis (1/8) malam, dari 5,25 persen, level tertinggi 16 tahun terakhir.
Selain itu, data PMI manufaktur Amerika Serikat pada Juli juga akan berpengaruh. PMI manufaktur turun tak terduga menjadi 48,5 pada Juni 2024 dari 48,7 pada Mei, di bawah perkiraan 49,1.
"Angka tersebut menunjukkan penurunan aktivitas manufaktur selama tiga bulan berturut-turut dan merupakan yang terendah sejak Februari, karena permintaan yang lemah, output menurun, dan input tetap akomodatif," jelas Wahyu.
Wahyu merekomendasikan untuk membeli saham Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan target harga Rp5.175-5.250, Blue Bird (BIRD) dengan target harga Rp1.770-1.800, Kalbe Farma (KLBF) dengan target harga Rp1.680-1.705, dan Pakuwon Jati (PWON) dengan target harga Rp450-458.
Related News
Trump Beri Tarif 0 Persen Untuk Tekstil RI Yang Bahan Bakunya Dari AS
Sesi I IHSG Terkontraksi ke 8.261, Emiten Prajogo Berguguran
Terpenuhi di DN, Produksi Kendaraan Pick-Up Beri Dampak Rp27 Triliun
Penjualan Sepeda Motor Di Pasar Domestik 2025 Capai 6,4 Juta Unit
Sideways, IHSG Lintasi 8.200-8.350
IHSG Tertekan, Serok Saham AMMN, CMRY, dan TINS





