EmitenNews.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), saat ini tengah melakukan upaya penggalangan modal kerja dengan menerbitkan sebanyak 120.140.966.283 saham baru bernominal Rp1 per lembar melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Manajemen GOTO dalam keterangan resmi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan (3/5), disebutkan dana yang diperoleh dari kegiatan korporasi ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja serta pelunasan utang melalui konversi.

Dana yang dihasilkan dari penjualan saham baru ini akan dibagi oleh GOTO, dimana 35 persen akan digunakan oleh perusahaan sendiri. Sementara sisanya, akan dialokasikan untuk tiga anak perusahaan GOTO, dengan rincian 20 persen untuk Dompet Anak Bangsa, 25 persen untuk Multifinance Anak Bangsa, dan 20 persen untuk GoTo Solusi Niaga.

Dengan mengacu pada harga saham GOTO sebesar Rp64 per saham pada penutupan bursa tanggal 30 April 2024, modal yang disetor oleh perusahaan akan meningkat sebesar Rp7,689 triliun menjadi Rp257,37 triliun.

Hal ini juga mengubah rasio jumlah kewajiban/jumlah ekuitas menjadi 0,4X dari sebelumnya 0,5X, dan rasio jumlah aset lancar/jumlah kewajiban jangka pendek menjadi 3,2X dari sebelumnya 2,6X.

Manajemen GOTO menegaskan bahwa rencana korporasi ini bertujuan untuk memberikan dana tambahan untuk mendukung pengembangan usaha serta anak perusahaan, dan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan.

Namun, bagi pemegang saham lama, akan terjadi penurunan (dilusi) maksimum sebesar 9,09 persen.

Aksi ini masih memerlukan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada tanggal 11 Juni 2024, serta pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jika kedua persyaratan tersebut terpenuhi, penempatan swasta akan dilaksanakan dalam rentang waktu 12 bulan setelah RUPSLB. Perlu dicatat bahwa Bhinneka Holdings telah melakukan penyerapan sebanyak 17.054.733.334 lembar saham seri A melalui penempatan swasta pada tanggal 30 Juni 2023.