Gurih! AKR Corporindo (AKRA) Kantongi Kontrak Penyaluran BBM Subsidi HIngga 2027

EmitenNews.com—PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) kembali ditunjuk pemerintah sebagai salah satu penyalur BBM bersubsidi, lebih tepatnya solar, untuk lima tahun ke depan. Namun, untuk volume BBM yang menjadi jatah Perseroan untuk disalurkan belum diketahui.
"AKR dipercaya untuk menyalurkan BBM bersubsidi ini selama 5 tahun kedepan. Kita ketahui bersama bahwa AKR sudah ikut serta menyalurkan BBM bersubsidi sejak tahun 2010," kata Direktur & Corporate Secretary AKRA, Suresh Vembu, dalam public expose virtual yang diselenggarakan BEI, Senin (12/9).
Dijelaskan terkait dengan besaran volume BBM bersubsidi, manajemen AKRA masih menunggu keputusan dari BPH Migas. "Kami akan beri tahu setelah mendapat informasi dari BPH migas," ujar dia.
Diketahui, jaringan distribusi AKRA untuk penyaluran BBM saat ini mencapai 130 SPBU yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Sementara itu Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo menambahkan bahwa pihaknya optimistis penjualan BBM akan meningkat tahun ini. Hal itu didasarkan pada kondisi perekonomian global khususnya Eropa yang sedang mengalami krisis energi. Dampaknya permintaan batubara dan sumber energi alternatif akan meningkat.
Peningkatan produktivitas industri dalam negeri tersebut diyakini akan mendorong peningkatan konsumsi BBM. Dengan begitu meningkatnya penjualan BBM kepada industri tersebut diyakini akan berdampak positif pada keuangan Perseroan.
"Saya yakin akan terus meningkat. Kita bisa makin besar jual BBM ke industri dalam negeri. Kita percaya demand mineral Indonesia juga akan tetap kuat dan meningkat sehingga menambah prospek penjualan BBM kita," pungkas dia.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar