Habco Trans (HATM) Pede Laba Naik 30,5%, Pendapatan 2023 Dipatok Rp531 Miliar

EmitenNews.com -PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) meyakini, perolehan laba bersih untuk Tahun Buku 2023 bisa mencapai Rp186 miliar atau bertumbuh 30,5 persen dibanding capaian selama 2022 yang sebesar Rp142,52 miliar.
"Untuk tahun 2023, target pendapatan Rp531 miliar, sedangkan laba bersih Rp186 miliar," kata Direktur HATM, Andre Ristanto saat pelaksanaan Public Expose yang diikuti secara virtual, Rabu (7/6).
Pada tahun lalu, HATM membukukan pendapatan sebesar Rp371,33 miliar atau melonjak 46,8 persen dibanding Tahun Buku 2021 yang sebesar Rp252,93 miliar.
Selama tiga bulan pertama tahun ini, HATM mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 28,99 persen menjadi Rp96,21 miliar dari Rp74,59 miliar pada Kuartal I-2022.
Untuk periode yang berakhir 31 Maret 2023, Perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp24,7 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 15,15 persen dibanding periode yang sama di 2021 senilai Rp21,45 miliar. HATM optimistis capaian selama tiga bulan pertama tahun ini yang mencatatkan kinerja positif akan berlanjut hingga penutupan tahun.
Per 31 Maret 2023, total ekuitas HATM mencapai Rp724,11 miliar atau bertumbuh 3,53 persen dibanding per 31 Desember 2022 yang senilai Rp699,41 miliar. Sedangkan, jumlah liabilitas hingga akhir Kuartal I-2023 tercatat Rp183,54 miliar atau melonjak 989,9 persen dibanding posisi per akhir Desember 2022 yang senilai Rp16,84 miliar.
Direktur HATM, Rita mengungkapkan, peningkatan liabilitas tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan utang jangka panjang terkait perolehan fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Perlu diketahui, fasilitas pinjaman tersebut sebesar Rp147,5 miliar.
"Terjadi lonjakan (liabilitas) di kuartal pertama itu, karena kami ada pinjaman dari BCA untuk mendukung pembelian armada kapal," ujar Rita.
Selain itu, kenaikan nilai kewajiban HATM per 31 Maret 2023 tersebut juga dipengaruhi oleh peningkatan utang usaha sebesar Rp17,4 miliar dan peningkatan beban yang masih harus dibayar sebesar Rp1,8 miliar.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG