Hadapi Gugatan PKPU, Ini Langkah Bukalapak (BUKA)
:
0
Salah satu sudut ruangan kantor Bukalapak.com. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bukalapak (BUKA) tengah menghadapi gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Permohonan PKPU itu, diajukan oleh Harmas Jalesveva (Harmas). Gugatan PKPU itu, telah didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Niaga Jakarta Pusat.
Berdasar penelusuran melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, Harmas mengajukan gugatan PKPU pada 3 Juli 2025. Gugatan itu, terdaftar dengan nomor perkara 180/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN Niaga Jkt.Pst.
”Sampai dengan tanggal surat ini, perseroan belum menerima panggilan resmi (relaas) dari Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat maupun bentuk komunikasi lainnya terkait permohonan tersebut. Dengan demikian, perseroan belum memperoleh informasi lebih lanjut mengenai dasar, dan isi Permohonan PKPU tersebut,” tukas Cut Fika Lutfi, Corporate Secretary Bukalapak.
Perseroan akan terus memantau perkembangan lebih lanjut mengenai proses hukum tersebut, dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila ada perkembangan bersifat material sesuai ketentuan peraturan berlaku.
Permohonan PKPU tersebut tidak mempengaruhi operasional perseroan. Perseroan tetap menjalankan kegiatan bisnis seperti biasa, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, mitra usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Mengenai kondisi keuangan, perseroan menegaskan memiliki keuangan sehat, dan kemampuan untuk memenuhi kewajiban finansial. Klaim dalam permohonan PKPU itu, tidak mencerminkan kondisi keuangan secara keseluruhan. Jadi, tidak ada dampak material dirasakan secara langsung terhadap kinerja operasional, dan keuangan perseroan atas kasus hukum tersebut.
Perseroan juga berkomitmen untuk senantiasa menjaga stabilitas operasional, kepatuhan hukum dengan memperkuat kebijakan internal, melaksanakan evaluasi berkala terhadap proses operasional untuk mencegah potensi masalah hukum, dan memastikan keberlanjutan operasional perusahaan.
Sebelumnya, Harmas pernah mengajukan permohonan PKPU terhadap perseroan dengan nomor perkara 2/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN Niaga Jkt.Pst. Permohonan itu, telah diputus Majelis Hakim Pengadilan Niaga dengan amar putusan menolak permohonan dimaksud. (*)
Related News
RAJA Catat Laba Bersih Tumbuh 14 Persen, Diversifikasi jadi KunciĀ
Berkat Hauling Road, Pendapatan RMKE Tumbuh 2,4 Kali Lipat Kuartal I
BSDE Catat Prapenjualan Rp2,54T, Ditopang Permintaan Properti Hunian
RMKE Umumkan Rampung Buyback, Harga Saham Tertekan
Laba Emiten Alkes OMED Q1-2026 Melejit, Terdongkrak Belanja Pemerintah
LPIN Bagi Dividen Rp45 per Saham, Cek Jadwal Pentingnya Pekan Depan!





