Harga Emas Hari Ini Melonjak 2 Persen
:
0
Harga emas hari ini mengalami kenaikan 2 persen setelah tercapai kesepakatan genjatan senjata Amerika Serikat-Iran. Foto ilustrasi emas Aneka Tambang.
EmitenNews.com - Harga emas hari ini ,mengalami kenaikan yang signifikan. Harga emas melonjak 2 persen karena pasar bereaksi terhadap kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat-Iran.
Harga emas melonjak lebih tinggi di awal sesi perdaganan tadi malam karena investor mencerna berita tentang potensi gencatan senjata selama dua minggu dan, mudah-mudahan, kesepakatan perdamaian yang langgeng di Timur Tengah.
Dalam unggahan media sosial, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu sementara pemerintahannya meninjau rencana perdamaian yang diusulkan oleh Iran.
"Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi. Hampir semua poin perselisihan sebelumnya telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu akan memungkinkan Perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan," kata Trump dalam unggahan media sosial tersebut sebagaimana diberitakan Kitconews.com, Rabu (8/4/2026).
Para analis mencatat bahwa, seperti yang diharapkan, pengumuman tersebut mendorong harga emas dan saham naik, sementara harga minyak mentah bergerak turun. Dalam aktivitas semalam, futures S&P 500 naik lebih dari 2 persen pada sesi tersebut. Pada saat yang sama, futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 18 persen
Pergeseran sentimen di pasar emas telah mendorong harga melewati resistensi kunci. Harga emas spot terakhir diperdagangkan pada $4.809,20 per ons, naik lebih dari 2% pada sesi tersebut.
Para analis mengatakan bahwa emas perlu menembus resistensi awal di $4.800 per ons untuk menarik perhatian bullish baru; namun, garis batas utama tetap berada di $5.000 per ons.
Harga perak juga melonjak lebih tinggi, menembus $76 per ons, naik lebih dari 4% pada sesi ini.
Para analis mengatakan bahwa emas akan diuntungkan dari berakhirnya konflik, karena hal itu dapat memungkinkan Federal Reserve untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga pada akhir tahun.
Meskipun risiko geopolitik meningkat akibat perang dengan Iran, harga emas kesulitan menarik permintaan sebagai aset safe-haven. Bulan lalu, harga emas turun lebih dari 11%, menandai kerugian bulanan terburuk sejak awal tahun 1980-an. Para analis mengatakan harga emas turun karena investor dan bank sentral terpaksa menjual logam mulia tersebut untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.
Related News
Aturan Baru Impor Minyak, Cek Mekanismenya Untuk Pertamina dan BLU
Didera Banyak Masalah, BUMN Top di Bandung Ini Bakal Dibubarkan
DSI Resmi jadi BUMN Ekspor SDA, Dipimpin Bule Jago Bahasa Indonesia
Harga Emas Hari Ini Melompat Tinggi
Imbal Hasil Obligasi 10 Tahun Jepang Turun Ikuti Harga Minyak
Tinggalkan Indonesia, Surplus Transaksi Berjalan Singapura Naik





