Harga Emas Kembali Naik Karena Sinyal De-eskalasi di Timur Tengah
:
0
Emas batangan. Foto: Istimewa
EmitenNews.com - Harga emas naik mendekati USD4.600 per ons pada hari Rabu, melanjutkan kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Kenaikan harga emas dipicu tanda-tanda terjadinya de-eskalasi di Timur Tengah mendorong harga minyak turun, membantu meredakan kekhawatiran inflasi.
Menteri Pertahanan Hegseth mengatakan gencatan senjata yang ditetapkan hampir sebulan yang lalu tetap berlaku, sementara Menteri Luar Negeri Rubio mengkonfirmasi bahwa operasi ofensif telah berakhir karena Washington beralih fokus ke pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Presiden Trump juga mengumumkan jeda sementara dalam upaya yang dipimpin AS untuk membantu kapal-kapal yang terdampar keluar dari selat, memberikan waktu untuk mengukur apakah kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik dapat tercapai, meskipun blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar ke dan dari pelabuhan Iran akan tetap berlaku.
Emas telah menghadapi tekanan jual yang signifikan sejak awal perang, karena melonjaknya biaya energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral mungkin akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama atau berpotensi memperketat kebijakan moneter lebih lanjut.(*)
Related News
Lunasi Obligasi 7 September, Bank SulutGo Alokasikan Dana Rp750 Miliar
APBN 2027 Target Pertumbuhan 6%, Asumsi Rupiah Rp17.500/USD
Di Sidang MPR, Prabowo akan Usut Direksi BUMN 32 Tahun ke Belakang
Di Sidang MPR Presiden Ungkap Keberhasilan Swasembada 8 Komoditas
Emas Antam Turun Rp36 Ribu Terimbas Profit Taking Global
Nikkei Tembus 69.400, Saham Jepang Melejit Ikuti Wall Street





