Rupiah Terus Tertekan, Simak Prediksi Hari Ini
:
0
Ilustrasi nilai tukar rupiah ke dolar AS.
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyesikan bergerak fluktuatif hari ini (6/5/2026) namun ditutup melemah di rentang Rp17.430 hingga Rp17.450.
Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (5/5/2026) mata uang rupiah ditutup melemah 40 poin ke level Rp17.434. Pelemahan ini terjadi terus menerus, setelah sebelumnya sempat melemah di Rp17.394.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen pasar tetap rapuh setelah pertukaran militer yang kembali terjadi pada Senin lalu, ketika pasukan AS dan iran melancarkan serangan baru di Teluk karena kedua belah pihak berupaya menegaskan kendali atas jalur air strategis tersebut.
Naiknya ketegangan itu, efektif membuat kesepakatan gencatan sebelumnya kian rapuh. Bahkan, militer AS mengatakan telah menghancurkan enam kapal serang kecil Iran selama pertempuran di selat tersebut.
“Hal ini berpotensi meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan,” ujar Ibrahim, dikutip Rabu (6/5/2026).
Sementara itu, guncangan energi yang terjadi kian menambah tekanan pada bank sentral, khususnya Federal Reserve (Fed) untuk mempertahankan suku bungan yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, atau bahkan memperketat kebijakan tekanan inflasi meningkat.
“Hal ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, sehingga menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil,” tutur Ibrahim.
Di sisi domestik, BPS telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen yoy pada kuartal I 2026. Hal ini didorong konsumsi masyarakat yang terus bertumbuh, terutama mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan hari besar keagamaan.
Ibrahim juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi serta berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi seperti diskon tiket transportasi, pemberian gaji ke-14, serta penetapan BI Rate pada level 4,75 persen untuk mendorong konsumsi masyarakat.
Related News
Harga Emas Kembali Naik Karena Sinyal De-eskalasi di Timur Tengah
Angkatan Kerja Capai 147 Juta Orang, Tiga Sektor Ini Serap 60 Persen
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Peneliti CORE Ingatkan Hati-hati
Permen Purbaya Berlaku, Pemerintah Akui Aset Kripto Instrumen Keuangan
Bak Buang Sial, KA Argo Bromo Anggrek Ganti Nama Jadi KA Anggrek
Tekanan Bertubi-Tubi, Rupiah Berpotensi Sentuh Rp17.550 Pekan Ini





