EmitenNews.com -Harga emas naik 2% pada hari Senin setelah pejabat AS dan Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik, yang mendorong harga minyak turun dan meredakan kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi.

Seperti dilaporkan Trading Economics emas naik mendekati USD4.300 per ons pada Senin, naik untuk sesi ketiga berturut-turut setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut dijadwalkan untuk ditandatangani di Swiss pada 19 Juni dan dilaporkan mencakup pengangkatan blokade, pelonggaran sanksi untuk Iran, dan pembongkaran program nuklir Teheran.

Harga emas spot naik 2% menjadi USD4.304,11 per ons pada pukul 01.22 GMT, mencapai level tertinggi sejak 9 Juni. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus naik 2% menjadi USD4.325,20.

Pantauan Emitennews.com dari Dewan Emas Dunia, harga spot emas saat ini berada di level USD4,329.04 per ons, naik dari posisi akhir 14/6 USD4.290 per ons.

Di dalam negeri harga emas Aneka Tambang (Antam) naik Rp18.000 per gram.

Berdasarkan lis harga yang dirilis logammulia.com harga emas Antam hari ini ditetapkan Rp 2.729.000 per gram. Naik dari hari sebelumnya Rp 2.711.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam melejit dengan nilai yang lebih besar. Harga buyback emas antam naik Rp 46.000 menjadi Rp 2.500.000 per gram.

Harga emas telah turun sekitar 20% sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran pada akhir Februari. Penutupan Selat Hormuz menyebabkan peningkatan tajam harga minyak global, memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Meskipun secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas kehilangan daya tariknya dalam lingkungan suku bunga tinggi karena biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil meningkat.(*)