Harga Emas Turun Tajam, Sinyal Stabilisasi Mulai Muncul
:
0
Ilustrasi emas murni (Dok. WGV)
EmitenNews.com - World Gold Council melaporkan pelemahan tajam harga emas sepanjang Maret 2026 dalam publikasi terbaru Gold Market Commentary, dikutip Minggu (12/4/2026). Harga emas tercatat turun 12 persen menjadi US$4.608 per troy ons, menandai kinerja bulanan terburuk sejak Juni 2013 sekaligus menyentuh titik terendah dalam lebih dari satu dekade.
Tekanan utama berasal dari aksi deleveraging di pasar keuangan global, di mana investor melakukan likuidasi aset untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Hal ini tercermin dari arus keluar ETF emas global yang mencapai US$12 miliar atau setara 84 ton sepanjang Maret.
Selain itu, pelepasan posisi beli bersih di pasar berjangka COMEX turut memperburuk tekanan harga.
Faktor lain yang menekan harga emas adalah kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat serta spekulasi pasar terkait potensi aksi jual dari bank sentral. Sementara itu, ketegangan di kawasan Timur Tengah dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga emas global.
Meski demikian, sejumlah indikator awal menunjukkan potensi stabilisasi harga dalam waktu dekat. Di antaranya mulai meredanya penguatan dolar AS serta kembalinya arus masuk ke ETF emas pada awal April di berbagai kawasan.
Di sisi lain, tekanan inflasi yang sebelumnya dipicu kekhawatiran krisis energi mulai mereda seiring pelemahan permintaan. Investor juga masih memandang emas secara konstruktif untuk jangka menengah, terutama sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Related News
Eksportir Komoditas Disidik Polisi Dugaan Under Invoicing, Emiten BEI?
Namanya Masuk Daftar Pengusaha Nakal, Wilmar Siapkan Klarifikasi
8 Bulan Dilarang Kini Udang Indonesia Bisa Masuk Pasar Arab Saudi Lagi
Awas! Pabrik Sawit Beli TBS Murah, Siap-siap Terima Sanksi Berat
Harga Minyak Sangat Fluktuatif, Pengaruhi Melemahnya Kurs Rupiah
Masih Tertekan, Rupiah Makin Dekati ke Level Rp17.900 per Dolar AS





