Harga Energi Global Melonjak Imbas Eskalasi Konflik di Timur Tengah
:
0
Harga komoditas energi global, termasuk bensin, minyak pemanas, dan gas alam, mengalami lonjakan signifikan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. (Ilustrasi: Magnific.com)
EmitenNews.com - Harga komoditas energi global, termasuk bensin, minyak pemanas, dan gas alam, mengalami lonjakan signifikan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Lonjakan harga ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dan gas global menyusul pertukaran serangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Berdasarkan data dari Trading Economics, harga bensin AS naik mendekati $3,30 per galon, yang bergerak selaras dengan kenaikan harga minyak mentah. Tren serupa terjadi pada minyak pemanas AS yang harganya terkerek hingga di atas $3,20 per galon. Di Eropa, harga gas alam acuan melonjak menjadi €41,7 per MWh pada hari Senin, melanjutkan tren kenaikan dari hari Jumat lalu.
Meskipun ada laporan kesepakatan sementara, pelaku pasar tetap bersikap waspada. "Kedua pihak sepakat untuk menangguhkan serangan lebih lanjut untuk sementara waktu dan mengizinkan kapal komersial untuk melintasi Selat Hormuz dengan bebas menjelang pembicaraan perdamaian akhir pekan ini," ujar seorang pejabat AS yang tidak mau disebut namanya.
Namun, eskalasi terbaru ini telah mengganggu pemulihan pengiriman minyak di Selat Hormuz. Banyak pemilik kapal memilih untuk menghindari jalur strategis tersebut, yang menyebabkan ratusan kapal terdampar di Teluk Persia.
Ketegangan semakin meningkat setelah Israel menyatakan telah melancarkan serangan baru terhadap infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan. Di sisi lain, Saudi Aramco dilaporkan telah melanjutkan kembali pemuatan minyak mentah di Ras Tanura setelah sempat ditangguhkan selama hampir empat bulan.
Untuk pasar gas Eropa, perlambatan lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz diperparah oleh serangan terhadap kapal tanker minyak yang terkait dengan Qatar sejak Kamis lalu. Meski demikian, media Axios melaporkan bahwa AS dan Iran telah sepakat untuk melanjutkan negosiasi di Qatar pada hari Selasa.
Selain faktor geopolitik, harga gas di Eropa juga didorong oleh faktor cuaca, di mana gelombang panas meningkatkan permintaan gas untuk pembangkit listrik guna memenuhi kebutuhan pendinginan.
Bagi Indonesia, lonjakan harga energi global ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung. Sebagai negara importir bersih minyak bumi (net oil importer), kenaikan harga bensin dan minyak mentah dunia dapat menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui peningkatan subsidi energi, serta berisiko memengaruhi harga bahan bakar di dalam negeri.(*)
Related News
Rupiah Pagi Ini Bergerak di Kisaran Rp17.800 per Dolar AS, Cek Datanya
Said Iqbal: Pemerintah Lakukan Mitigasi Agar PHK Tidak Meluas
Yen Dekati Level Terendah Dalam Empat Dekade, Apa Dampaknya Bagi Kita?
Penjualan Ritel Jepang Tumbuh 5,3 Persen, Tertinggi Sejak 2023
Lima Sektor Ini Paling Gencar Ekspansi Kredit Permodalan di Perbankan
Langkah Terbaru Prabowo, 750 Dirut BUMN akan Kehilangan Jabatan





